Pengantar Ilmu Nahwu

Bagikan artikel ini :

Bagian Pertama

Dasar-dasar Ilmu Nahwu

Ketahuilah wahai penuntut ilmu, ketahuilah Allah menyayangiku dan begitupula dirimu bahwa sesungguhnya sudah selayaknya bagi siapa saja yang belajar suatu ilmu untuk mengetahui dasar-dasarnya yang sepuluh yang menjadi gambaran baginya dengan ilmu itu sebelum memulai mempelajarinya. Dan orang yang mengumpulkan dasar-dasar (ilmu) ini yang terdapat dalam ba’it-ba’it yang merupakan kisi-kisi ialah  As-Shoban (meninggal tahun 1206 Hijriyyah) semoga Allah merahmatinya, pada perkataannya (ba’it-ba’it) :

إِنَّ مَبَادِي كُلِّ فَنٍّ عَشرَةْ            الحَدُّ وَالمَوْضُوْعُ ثُمَّ الثَّمرَةْ

وَنِسْبَةٌ وَفَضْلُهُ وَالوَاضِعُ             وَالاسْمُ الاِسْتِمْدَادُ حُكْمُ الشَّارِعُ

مَسَائِلُ وَالبَعْضُ بِالبَعْضِ اكْتَفَى   وَمَنْ دَرَى الجَمِيْعَ حَازَ الشَّرَفَا    “

Sesungguhnya prinsip dasar dalam setiap disiplin ilmu itu ada sepuluh, yaitu: (1) batasan definitif, (2) ruang lingkup kajian, (3) manfaat kajian, (4) perbandingan dan hubungan dengan ilmu lain, (5) keistimewaan, (6) perintis, (7) sebutan resmi, (8) sumber pengambilan kajian, (9) hukum mempelajari, (10) pokok-pokok masalah yang dikaji, lalu sebagian dengan sebagian lain mencukupi, Siapa yang menguasai semuanya akan meraih kemuliaan.”

Maka barang siapa yang mengetahui dasar-dasar yang sepuluh ini maka ia telah meliputi suatu ilmu, dan ia mendapat gambaran dengan gambaran yang bagus dari apa-apa  yang ia persiapkan untuk masuk dalam mempelajarinya dengan pembelajaran yang dasar.

Dasar yang pertama: Batas ilmu nahwu “Pengertiannya”

Nahwu secara Bahasa: Dimutlakan terhadap beberapa makna, diantarnya

  • As-Sabhu dan Al-Misal (seperti): Sebagaimana perkataanmu: زيد نحو عمرو, “Zaid seperti Umar”, atau kemiripan dan kesamaannya.
  • Al-Miqdar dan Al-Kamiyyah (kadar atau jumlah): Sebagaimana perkataanmu: معي نحوى كيلو “Bersamaku kira-kira satu kilo”, atau apa yang menyamai satu kilo.
  • Al-Jihah (Arah): Sebagaimana perkataanmu: سافرت نحو مكةَ, “Aku bepergian kearah Makkah” atau arah makkah.
  • Al-Qosdu (Pemaksudan): Sebagaimana perkataanmu: نحوت نحوك atau aku bermaksud seperti yang kau maksudkan.

Nahwu menurut istilah para ‘Ulama: Ialah ilmu yang dengan kaidah-kaidahnya diketahui keadaan-keadaan akhir kalimat bahasa arab pada keadaan penyusunannya baik secara ‘irob dan bina.

Penulis : Ustadz Fairuuz Faatin (Bidang Perkantoran & Bendahara Pesantren MAQI)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger