Dhamir (Kata Ganti)

Bagikan artikel ini :

KATA GANTI (DHOMIR)

Kaidah
اَلضَّمِيْرُ هُوَ مَا نَابَ عَنْ ظَاهِرٍ وَيَدُلُّ عَلَى مُتَكَلِّمٍ أَوْ مُخَاطَبٍ أَوْ غَائِبٍ, مِثْلُ : أَنَا, أَنْتَ, هُوَ

Dhomir adalah kalimat yang mengganti dari bentuk yang zhahir, dan menunjukkan kepada yang berbicara, yang diajak bicara atau yang dibicarakan.
Di dalam bahasa Indonesia dhomir disebut dengan kata ganti, dhomir merupakan bagian dari Isim.

 

Kaidah
اَلضَّمِيْرُ يَنْقَسِمُ إِلَى قِسْمَيْنِ :
1. ضَمِيْرٌ مُنْفَصِلٌ
2. ضَمِيْرٌ مُتَّصِلٌ
Dhomir terbagi dua yaitu:
1. Dhomir munfashil (berpisah)
2. Dhomir muttashil (bersambung)

Dhomir bisa berfungsi sebagai subjek, objek dan penunjuk kepunyaan tergantung kepada jenis dan kedudukannya di dalam sebuah jumlah adapun uraiannya akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

Dengarkan Audio

 

Download Audio

Shorof Dasar 01

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat (Musyrif Aam Pesantren MAQI)

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger