Persaudaraan Membangun Kekuatan

Bagikan artikel ini :

 

Persaudaraan dan permusuhan adalah dua kata yang saling bertentangan namun memiliki dampak besar terhadap nilai sosial setiap insan, kekuatan yang timbul dari persaudaraan yang baik akan menimbulkan sebuah kekuatan yang baik, namun permusuhan itu sendiri, apabila datang, dapat menghancurkan setiap ikatan yang terjalin meski sudah terjalin lama .

Bagi seorang muslim, ibadah merupakan suatu hal yang mutlaq harus dikerjakan, dari pada itu diantara ibadah yang utama adalah menjaga rasa persaudaraan dengan sesama muslim, mengapa demikian? Karena sesungguhnya rasa permusuhan hanya akan berdampak merusak dan menggangu ketenangan jiwa dan raga.

Jiwa akan menjadi tidak tenang apabila masih memelihara rasa dendam dan permusuhan, pikiran akan selalu tersibukan dengan was-was walau dengan permasalahan sepele. Begitu pula dengan raga, sifat tenteramnya akan selalu dibumbui rasa takut oleh pihak-pihak yang  disangka akan berniat buruk padanya.

Maka dari itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, dalam surat Al Hujurat:10,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dikatakan bahwa” Kata ikhwah (إخوة) adalah bentuk jamak dari kata akh (أخ), yang artinya saudara. Kata ikhwah biasanya digunakan untuk persaudaraan sekandung, sedangkan kata ikhwan (إخوان) yang juga bentuk jamak dari kata akh, untuk persaudaraan yang tidak sekandung. Seakan-akan ayat ini menjelaskan bahwa persaudaraan kaum mukminin lebih kuat daripada ikatan darah saudara kandung.”

Imam Al Qurthubi menjelaskan, “Tali ikatan persaudaraan seagama lebih kuat daripada ikatan persaudaraan nasab. Sebab ikatan persaudaraan nasab terputus karena berbeda agama sedangkan ikatan persaudaraan seagama tidak akan terputus karena berbeda nasab.”


وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ

 

Artinya: “Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan- Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lomba lah berbuat kebajikan.” (QS. al-Maidah: 48)

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah swt. menciptakan perbedaan adalah untuk menguji sejauh mana ketaatan kita hingga mampu  dan sadar untuk  menjadikannya jalan agar dapat  saling mengambil barisan pertama dalam hal kebaikan.

Wallahu a’lam bis showab

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger