Hidup untuk Mati

Bagikan artikel ini :

Kematian adalah sesuatu yang pasti dalam kehidupan, karna sudah menjadi sesuatu yang lazim dan juga menjadi bagian dari sunnatullah kalau segala sesuatu pasti memiliki pasangannya. Pria dan Wanita, kuat dan lemah, tinggi dan pandek, siang dan malam, hingga hidup dan mati. Maka dengan kata lain kematian adalah sesuatu yang pasti untuk setiap yang hidup dan begitu juga sebaliknya kehidupan adalah sesuatu yang pasti untuk semua yang telah mati. Allah Ta’la berfirman dalam surat arrahman :

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ * وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26). Dan tetaplah kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (27).

Dalam ayat yang lain Allah berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan serta kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan. – (Q.S Al-Anbiya: 35)

Setelah mengetahui bahwa mati adalah sesuatu yang pasti maka orang cerdas tidak akan terlalu pusing dan memikirkan kematian bahkan takut dengannya, karna bagaimana mungkin kita memikirkan sesuatu yang sudah pasti terjadi, dan apa faedah untuk memikirkan sesuatu yang sudah pasti ? tentu tidak ada faedahnya. Hakikatnya Ketika kita memikirkan kematian sama halnya kita sedang memikirkan 1+1=2, sama sekali tidak bermanfaat karena sekuat apapun kita berfikir tidak mampu merubah hasil dari 1+1=2 menjadi 1+1=5.

Tidak memikirkan kematian bukan berarti tidak mempersiapkan kematian, orang yang beriman kepada Allah pasti yakin dan percaya bahwa ada kehidupan abadi sesudah kematian, oleh karenanya mereka yang beriman akan berusungguh – sungguh mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati atau hidupnya dihabiskan untuk mempersiapkan bekal untuk kematian karena kematian adalah satu satunya pintu menuju kehidupan yang abadi. sebaik baik bekal adalah takwa dan seminimal-minimal bekal adalah islam, Allah berfirman :

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. [Ali ‘Imrân/3:102]

Maka pesan dari tulisan ini adalah jagalah kemurnian islam kita dan selalu meningkatkan derajat takwa kita di hadapan Allah dengan memperbanyak amal sholeh.

Penulis : Ustadz Faisal Alhabsyi (Bidang Kurikulum dan Akademik Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger