Etika Mencari Penghasilan dalam Agama Islam

Bagikan artikel ini :

Keuntungan, honor bulanan, penghasilan besar dan lain-lain merupakan sesuatu  yang selalu didambakan oleh setiap orang, dengan maksud untuk mendapatkan ketenangan dan kesejahteraan ekonomi baik untuk keluarga maupun pribadi.

Hal ini pula yang menjadi alasan umum mengapa setiap orang rela banting tulang dan menguras waktunya sehari semalam sehingga mengalami rasa lelah yang bertubi-tubi.

Didalam agama islam prinsip kerja keras adalah prinsip yang baik dan diperintahkan, dimana terdapat banyak ayat maupun hadits  yang sejatinya menuntut seorang muslim untuk menjadi pribadi yang aktif, kreatif dan produktif.

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) “. (Asy syarh :7)

 

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ, تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.

 

Dari Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”. [HR Tirmidzi, no. 2344; Ahmad (I/30); Ibnu Majah, no. 4164]

Setiap orang mesti bekerja untuk mencukupi kehidupannya, baik untuk menghidupi keluarga, pribadi ataupun memenuhi kebutuhan lainnya.

Bekerja keras bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, yang terpenting adalah pekerjaan tersebut untuk mendapatkan rezeki yang halal dan tidak dilakukan atas keterpaksaan dan tidak diikuti dengan perbuatan maksiat kepada Allah.

Maka dari itu, ada beberapa etika yang harus direnungkan dan diamalkan dalam mencari penghasilan bagi seorang muslim, diantaranya:

  1. Menjadikan pekerjaannya sebagai wasilah ataupn pendukung dia untuk mendapatkan Ridho Allah
  2. Mencari penghasilan yang datang dari pekerjaan yang halal dan sesuai dengan kaidah islam
  3. Tidak mengambil penghasilan dari pada hasil transaksi maupun praktek ribawi.
  4. Mencari pekerjaan yang membuatnya tidak melalaikan sholat lima waktu.

Selain dari pada empat hal diatas masih banyak lagi etika yang harus dijalankan, agar kita semua mendapatkan penghasilan yang mendapatkan nilai keberkahan.

Wallahu A’lam bis showab.

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger