Hadits

Kewajiban Menyampaikan Ilmu dalam Islam

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلاَ حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Dari Abdullah bin Amr رضي الله عنهما, bahwa Nabi ﷺ bersabda: Sampaikanlah dariku walau satu ayat, dan ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak apa-apa, dan barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah ia bersiap mengambil tempat duduknya di neraka. (HR. Bukhari No. 3461)

Menyampaikan kebenaran agama merupakan tugas mulia bagi setiap muslim yang telah memahami ajaran Islam. Selain menjaga kelestarian syariat, dakwah menjadi sarana utama untuk menyebarkan kebaikan di tengah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyembunyikan ilmu yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Pentingnya Menyebarkan Risalah Kebijakan

Selanjutnya, Allah ﷻ memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali ‘Imran: 104)

Oleh sebab itu, setiap muslim memiliki tanggung jawab sesuai dengan kapasitas ilmu yang ia miliki. Kemudian, ayat ini menegaskan bahwa keberuntungan sejati akan diraih oleh orang-orang yang aktif berdakwah. Jadi, menyebarkan petunjuk agama harus menjadi bagian dari komitmen hidup kita sehari-hari.

Ancaman Menyembunyikan Ilmu Agama

Lalu, kita perlu mewaspadai bahaya besar dari sikap enggan membagikan ilmu yang bermanfaat kepada sesama. Di samping merugikan umat, tindakan menyembunyikan kebenaran mendatangkan ancaman siksa yang sangat berat di akhirat kelak. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan tegas melalui sabda beliau:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang ia ketahui lalu ia menyembunyikannya, maka ia akan dibrangus pada hari kiamat dengan brangus dari api neraka. (HR. Abu Dawud No. 3658 dan Tirmidzi No. 2649, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6284)

Padahal, menyebarkan satu kebaikan kecil saja bisa menjadi pembuka pintu hidayah bagi orang lain. Dengan demikian, membagikan pemahaman agama yang benar merupakan amanah yang wajib kita tunaikan dengan jujur.

Keutamaan Pahala yang Terus Mengalir

Pada akhirnya, menyampaikan ilmu dengan ikhlas akan mendatangkan pahala jariyah yang sangat melimpah. Selain itu, setiap orang yang mengamalkan kebaikan atas petunjuk kita akan menjadi sumber pahala tambahan bagi kita. Sebaliknya, menyimpan ilmu untuk diri sendiri hanya akan mengurangi keberkahan dari pengetahuan tersebut. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan setiap kesempatan untuk menyampaikan risalah kebenaran demi meraih rida-Nya.

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger