Khutbah Jumat

Menghadapi Musibah Kekeringan

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah ﷻ atas segala limpahan karunia-Nya. Selanjutnya, marilah kita meningkatkan kualitas ketakwaan dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi seluruh larangan-Nya. Perlu ana sampaikan bahwa ujian hidup dapat datang dalam berbagai bentuk, salah satunya melalui fenomena alam seperti musibah kekeringan. Ketika air menjadi langka dan bumi mengering, manusia seringkali merasa cemas akan keberlangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan spiritual yang jelas agar kita mampu menyikapi ujian ini dengan bijaksana. Mengadukan rasa butuh hanya kepada Allah ﷻ merupakan langkah awal yang harus seorang mukmin tempuh saat kemarau melanda.

Istighfar sebagai Kunci Pembuka Pintu Rahmat

Di sisi lain, Al-Qur’an mengajarkan bahwasanya dosa-dosa manusia dapat menjadi penyebab tertahannya curahan hujan dari langit. Oleh sebab itu, solusi utama untuk menghadapi musibah kekeringan adalah memperbanyak istighfar dan bertaubat secara kolektif. Ketika suatu masyarakat memperbarui ikatan taubat mereka, maka Allah ﷻ akan mengalirkan kembali keberkahan dari langit dan bumi. Nabi Nuh عليه السلام telah memberikan teladan bagaimana beliau menyeru kaumnya untuk memohon ampunan demi datangnya air yang melimpah.

Allah ﷻ mengabadikan seruan istighfar ini dalam Al-Qur’an melalui firman-Nya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat” (QS. Nuh: 10-11).

Maka dari itu, marilah kita perbanyak membaca istighfar di sela-sela aktivitas harian kita. Kita tentu sangat merindukan tetesan air hujan yang membasahi bumi dan menumbuhkan tanam-tanaman.

Memperbanyak Doa dan Shalat Istisqa

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan praktis saat kemarau panjang mengancam kehidupan umat. Beliau mengajak para sahabat untuk keluar menuju tanah lapang seraya merendahkan diri dan memohon hujan melalui shalat Istisqa. Oleh karena itu, ketundukan batin dan pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah ﷻ menjadi ikhtiar yang sangat syar’i. Allah ﷻ menyukai hamba-Nya yang mendesak dalam berdoa saat mereka tertimpa kesusahan hidup.

Anas bin Malik رضي الله عنه menceritakan kepedulian Rasulullah ﷺ saat seorang dusun meminta beliau mendoakan hujan:

فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَدَيْهِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Maka Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya lalu berdoa: “Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh sebab itu, mari kita panjatkan doa-doa terbaik kita di waktu-waktu yang mustajab. Kesungguhan kita dalam berdoa akan menjadi sebab datangnya pertolongan Allah ﷻ yang melimpah.

Hemat Menggunakan Air dan Peduli Sesama

Kemudian, musibah kekeringan juga mengajarkan kita adab dalam mengelola sumber daya alam yang semakin terbatas. Rasulullah ﷺ melarang keras perilaku boros dalam menggunakan air, meskipun kita berada di tepi sungai yang mengalir deras. Oleh karena itu, marilah kita bijak dalam memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun ibadah. Selain itu, belas kasih terhadap saudara kita yang kesulitan air bersih harus kita wujudkan melalui sedekah sumur atau pembagian air.

Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan bagaimana hematnya Rasulullah ﷺ saat bersuci melalui hadits shahih:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ

Nabi ﷺ biasa berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ (air) (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka dari itu, marilah kita jaga kelestarian alam ini dengan tidak merusaknya. Semoga Allah ﷻ segera mencurahkan hujan yang membawa manfaat dan menghentikan kekeringan ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, marilah kita jadikan musibah kekeringan ini sebagai pengingat akan besarnya nikmat air yang seringkali kita lupakan. Kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah ﷻ di tengah ujian kemarau ini. Selanjutnya, marilah kita bersatu memperbanyak sedekah dan membantu warga yang kekurangan pasokan air bersih. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan ketaatan agar Allah ﷻ membuka pintu keberkahan dari langit.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada Allah yang Maha Mengabulkan doa agar menurunkan hujan yang berkah.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آَجِلٍ، اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger