Hadits

Dahsyatnya Azab Neraka

Mengimani keberadaan neraka merupakan bagian penting dari rukun iman yang wajib kita tanamkan di dalam dada. Selain menjadi pendorong untuk menjauhi maksiat, pengetahuan tentang siksa neraka mengingatkan kita akan keadilan Allah ﷻ yang sangat mutlak. Oleh karena itu, memahami gambaran azab di dalamnya akan menumbuhkan rasa takut yang sehat untuk terus menjaga ketaatan.

Hadits Tentang Azab Neraka yang Paling Ringan

Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat An-Nu’man bin Basyir رضي الله عنه mengenai gambaran siksaan paling ringan di dalam neraka:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ يُوَضَعُ فِي أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَتَانِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لَأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا

Dari An-Nu’man bin Basyir رضي الله عنه, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan azabnya pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang diletakkan dua bara api di bawah lekukan telapak kakinya, lalu otaknya mendidih karena panasnya bara tersebut. Ia tidak mengira ada orang lain yang lebih berat azabnya daripada dirinya, padahal ia adalah orang yang paling ringan azabnya. (HR. Bukhari No. 6562 dan Muslim No. 213)

Peringatan Al-Quran Mengenai Panasnya Api Neraka

Selanjutnya, Allah ﷻ memberikan gambaran tentang dahsyatnya kulit para penghuni neraka yang terus berganti agar mereka merasakan pedihnya siksaan. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS. An-Nisa’: 56)

Oleh sebab itu, gambaran tersebut harus menjadi peringatan nyata bagi siapa saja yang masih meremehkan dosa dan maksiat. Kemudian, ayat ini menegaskan bahwa keabadian siksa neraka bagi orang kafir adalah konsekuensi logis dari penolakan terhadap kebenaran. Jadi, memohon perlindungan kepada Allah ﷻ dari siksa api neraka menjadi kebutuhan harian setiap muslim.

Perbandingan Api Dunia dan Api Neraka

Lalu, kita perlu merenungkan betapa dahsyatnya tingkat kepanasan api neraka jika kita bandingkan dengan api di bumi saat ini. Di samping itu, api dunia yang sangat panas sekalipun hanyalah satu bagian kecil dari panasnya api neraka. Rasulullah ﷺ membeberkan hal ini melalui sabdanya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً قَالَ فُضِّلَتْ عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Api kalian ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api jahannam. Dikatakan: Wahai Rasulullah, demi Allah satu bagian itu saja sungguh sudah cukup. Beliau bersabda: Api jahannam itu dilipatgandakan atas api dunia dengan enam puluh sembilan bagian, yang semuanya sama panasnya. (HR. Bukhari No. 3265 dan Muslim No. 2843)

Padahal, banyak orang seringkali melupakan ancaman ini hanya demi mengejar kenikmatan duniawi yang sesaat. Dengan demikian, menanamkan rasa takut kepada siksa neraka akan membentengi diri kita dari godaan hawa nafsu.

Benteng Diri dari Siksa Jahannam

Pada akhirnya, bertobat dengan sungguh-sungguh merupakan jalan utama untuk melepaskan diri dari ancaman siksa api neraka. Selain itu, memperbanyak amalan sedekah dan shalat malam akan menjadi perisai yang kokoh bagi seorang mukmin. Sebaliknya, sikap acuh tak acuh terhadap perintah agama hanya akan menuntun seseorang menuju kehancuran yang nyata. Oleh karena itu, mari kita senantiasa berdoa agar Allah ﷻ menyelamatkan kita dan keluarga kita dari dahsyatnya siksa neraka.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger