Ulumul Quran

Sejarah Penurunan Al-Qur’an

Mengenal Dua Tahapan Turunnya Wahyu

Proses turunnya Al-Qur’an merupakan peristiwa paling agung dalam sejarah peradaban manusia. Melalui momentum ini, Allah ﷻ memberikan petunjuk nyata untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya iman. Namun, tahukah kita bahwa Al-Qur’an tidak langsung turun ke bumi begitu saja? Para ulama menjelaskan bahwa kitab suci ini melalui dua tahapan besar, yaitu Al-Inzal al-Jumli dan Al-Inzal al-Mufashshal.

Tahap Pertama: Al-Inzal al-Jumli (Turun Sekaligus)

Tahapan pertama dalam sejarah ini dinamakan Al-Inzal al-Jumli, yang berarti penurunan Al-Qur’an secara sekaligus. Allah ﷻ menurunkan seluruh isi Al-Qur’an dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah yang terletak di langit dunia. Peristiwa agung ini terjadi pada malam yang penuh berkah di bulan Ramadhan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Allah ﷻ menegaskan waktu terjadinya tahapan ini di dalam Al-Qur’an melalui firman-Nya:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menyelesaikannya (menurunkan Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (QS. Al-Qadr: 1).

Ibnu Abbas رضي الله عنهما memberikan penjelasan yang sangat berharga mengenai hakikat ayat ini. Atsar beliau menjadi landasan utama para ulama salaf dalam memahami tahapan pertama penulisan wahyu.

Ibnu Abbas رضي الله عنهما menyatakan hal tersebut dalam riwayat berikut:

فُصِلَ الْقُرْآنُ مِنَ الذِّكْرِ، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَجَعَلَ جِبْرِيلُ يَنْزِلُ بِهِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Al-Qur’an dipisahkan dari Al-Dzikr (Lauhul Mahfuzh), lalu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia, kemudian Jibril mulai menurunkannya kepada Nabi ﷺ (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, beliau menshahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi).

Tahap Kedua: Al-Inzal al-Mufashshal (Turun Berangsur-angsur)

Tahapan berikutnya setelah Al-Qur’an berada di langit dunia adalah Al-Inzal al-Mufashshal. Proses ini bermakna penurunan ayat-ayat Al-Qur’an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad ﷺ. Malaikat Jibril menyampaikan wahyu ini dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun lamanya.

Allah ﷻ sengaja menurunkan Al-Qur’an secara bertahap demi menjawab berbagai peristiwa di masyarakat. Selain itu, cara ini bertujuan untuk meneguhkan hati Rasulullah ﷺ dan para sahabat dalam mendakwahkan Islam.

Allah ﷻ menjelaskan hikmah tersebut melalui firman-Nya:

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا

Dan Al-Qur’an itu telah Kami bagi-bagi supaya kamu membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya bagian demi bagian (QS. Al-Isra: 106).

Perbedaan Karakteristik Kedua Tahapan

Kedua tahapan penamaan ini memiliki fungsi yang saling melengkapi satu sama lain. Tahap pertama menunjukkan betapa agungnya kedudukan Al-Qur’an di hadapan makhluk-makhluk penghuni langit. Sementara itu, tahap kedua menunjukkan kasih sayang Allah ﷻ yang besar kepada umat manusia di bumi. Melalui bimbingan bertahap inilah, para sahabat berhasil membentuk generasi terbaik yang kuat iman dan akhlaknya.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger