Sirah

Surat Nabi ﷺ kepada Raja-Raja Dunia

Dakwah Global dan Diplomasi Damai

Keberhasilan Perjanjian Hudaibiyah memberikan ruang aman yang sangat luas bagi perkembangan dakwah Islam. Setelah ancaman dari kaum Quraisy mereda, Rasulullah ﷺ mulai melebarkan jangkauan dakwahnya ke kancah internasional. Pada akhir tahun keenam Hijriyah, beliau ﷺ mengambil langkah besar dengan mengirimkan surat-surat resmi kepada para penguasa dan raja-raja dunia.

Pembuatan Cincin Stempel Resmi Kenegaraan

Rasulullah ﷺ mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah sebelum mengutus para delegasi ke berbagai negara. Dalam pertemuan tersebut, para sahabat memberikan masukan berharga mengenai kebiasaan protokoler para raja asing. Mereka menjelaskan bahwa para raja dunia tidak akan bersedia membaca sebuah surat kecuali jika memiliki stempel resmi.

Anas bin Malik رضي الله عنه menceritakan respons cepat Nabi ﷺ dalam sebuah riwayat yang shahih:

اتَّخَذَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

Rasulullah ﷺ membuat sebuah cincin dari perak yang berukiran kalimat “Muhammad Rasulullah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Pengiriman Surat ke Kaisar Romawi dan Kisra Persia

Rasulullah ﷺ memilih para sahabat terbaik yang memiliki kecerdasan diplomasi untuk menjadi utusan ke kerajaan-kerajaan besar. Beliau ﷺ mengutus Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه untuk membawa surat dakwah kepada Kaisar Heraklius dari Kekaisaran Romawi. Heraklius menanggapi surat tersebut dengan sikap yang sangat bijaksana serta mengakui kebenaran tanda-tanda kenabian Muhammad ﷺ.

Sebaliknya, penguasa Persia yang bernama Kisra justru merobek surat dari Rasulullah ﷺ dengan penuh kesombongan. Mendengar kabar buruk tersebut, Nabi ﷺ kemudian mendoakan agar Allah ﷻ merobek-robek kerajaan Persia hingga hancur. Selain kepada mereka berdua, surat dakwah juga sampai kepada Raja Najasyi di Habasyah dan Muqawqis di Mesir.

Allah ﷻ menegaskan kewajiban Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan kebenaran kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali.

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi”. (Al-A’raf: 158)

Hikmah Diplomasi Global Rasulullah ﷺ

Selanjutnya, langkah pengiriman surat ini membuktikan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang bersifat universal. Rasulullah ﷺ menunjukkan contoh diplomasi yang sangat anggun dengan mengedepankan perdamaian sebelum menempuh jalur lainnya. Surat-surat tersebut menjadi hujah yang kuat bahwa seruan tauhid telah sampai kepada para pemimpin peradaban dunia.

Oleh sebab itu, peristiwa ini mengubah peta politik dunia dan mengangkat wibawa pemerintahan Islam di Madinah. Umat Islam saat ini dapat mengambil pelajaran berharga tentang pentingnya membangun hubungan internasional yang bermatabat. Akhirnya, pengiriman surat-surat ini menjadi awal mula masuknya Islam ke panggung sejarah global secara gemilang.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger