Al-Quran

Rendah Hati dan Menjauhi Sombong

Jalan Menuju Kemuliaan Hakiki

Rendah hati atau tawadhu merupakan perhiasan akhlak yang sangat dicintai oleh Allah ﷻ. Di samping itu, sifat ini menjadi pembeda utama antara hamba yang beriman dengan mereka yang mengejar kesombongan duniawi. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan tuntunan agar setiap Muslim senantiasa menjaga hatinya dari bibit-bibit keangkuhan.

Perintah Berperilaku Rendah Hati

Secara mendasar, rendah hati berarti menempatkan diri pada posisi yang setara dengan sesama tanpa merasa lebih unggul. Selain itu, Allah ﷻ memuji para hamba-Nya yang melangkah di bumi dengan ketenangan dan kelembutan. Maka dari itu, sikap santun menjadi cerminan dari kedalaman iman seseorang.

Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam”. (QS. Al-Furqan: 63)

Bahaya Kesombongan dalam Pandangan Islam

Selanjutnya, kita harus sangat waspada terhadap lawan dari sifat rendah hati, yaitu sombong. Tentu saja, kesombongan adalah sifat yang pertama kali menyebabkan Iblis terusir dari surga. Allah ﷻ secara tegas melarang hamba-Nya untuk memalingkan muka karena sombong atau berjalan dengan angkuh di muka bumi.

Allah ﷻ mengingatkan hal tersebut melalui firman-Nya:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman: 18)

Kemuliaan bagi Mereka yang Tawadhu

Bukan hanya dalam Al-Qur’an, tetapi Rasulullah ﷺ juga menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang yang rendah hati. Beliau ﷺ menjelaskan bahwa siapa pun yang merendahkan diri demi Allah ﷻ, maka Allah ﷻ pasti akan mengangkat kedudukannya. Oleh sebab itu, tawadhu tidak akan pernah membuat seseorang menjadi hina di mata Sang Khaliq.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

Dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah akan mengangkat (derajat)nya. (HR. Muslim).

Definisi Sombong yang Sesungguhnya

Supaya kita tidak salah dalam menilai diri sendiri, maka kita perlu merujuk pada definisi sombong menurut Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ menegaskan bahwa sombong bukan terletak pada pakaian yang bagus, melainkan pada penolakan terhadap kebenaran. Selain itu, meremehkan orang lain juga termasuk dalam kategori sifat yang berbahaya ini.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR. Muslim).

Kesimpulan

Pada akhirnya, menghiasi diri dengan sifat rendah hati akan membawa kedamaian dalam interaksi sosial. Melalui hati yang tawadhu, maka kita akan lebih mudah menerima nasihat dan menghargai orang lain. Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa memohon kepada Allah ﷻ agar dijauhkan dari penyakit sombong yang membinasakan.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger