Keutamaan Menjaga Lisan dalam Islam
Lisan adalah salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah ﷻ kepada manusia. Namun, lisan juga bisa menjadi bumerang yang menjerumuskan pemiliknya ke dalam keburukan jika tidak dijaga dengan benar. Dalam Islam, menjaga ucapan adalah tanda kesempurnaan iman seorang hamba.
Hadits Tentang Menjaga Lisan
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه mengenai kewajiban menjaga lisan atau memilih diam:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (HR. Bukhari No. 6475 dan Muslim No. 47)
Pentingnya Berpikir Sebelum Berucap
Setiap kata yang keluar dari mulut manusia tidak akan luput dari pengawasan malaikat. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf: 18)
Oleh karena itu, seorang muslim diperintahkan untuk mempertimbangkan manfaat dan mudarat dari setiap ucapannya. Jika ucapan tersebut mengandung kebaikan seperti dzikir, nasihat, atau ilmu, maka sampaikanlah. Namun, jika ucapan tersebut berpotensi menyakiti orang lain, mengandung ghibah, atau dusta, maka diam adalah pilihan yang terbaik.
Lisan Sebagai Penentu Keselamatan
Keselamatan seseorang di dunia dan akhirat sangat bergantung pada kemampuannya dalam menjaga lisan. Rasulullah ﷺ memberikan jaminan surga bagi mereka yang mampu menjamin lisannya, sebagaimana sabda beliau:
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
Dari Sahl bin Sa’ad رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: Barangsiapa yang menjamin kepadaku apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan), maka aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari No. 6474)
Bahaya Lisan yang Tidak Terkontrol
Banyak orang meremehkan satu kalimat yang diucapkannya, padahal kalimat tersebut bisa saja mendatangkan murka Allah ﷻ. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah ﷺ memperingatkan:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ
Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang tidak ia pikirkan dampaknya, yang karenanya ia tergelincir ke dalam neraka lebih jauh antara timur dan barat. (HR. Bukhari No. 6477 dan Muslim No. 2988, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه)
Tips Menjaga Lisan dalam Keseharian
-
Berpikir sebelum bicara: Pastikan perkataan tersebut benar dan bermanfaat.
-
Hindari ghibah dan namimah: Menjauhi membicarakan aib orang lain atau mengadu domba.
-
Bicara seperlunya: Tidak berlebihan dalam berbicara yang tidak ada gunanya.
-
Memperbanyak dzikir: Mengalihkan fungsi lisan untuk senantiasa mengingat Allah ﷻ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


