Sirah

Turunnya Wahyu Pertama di Gua Hira

Pendahuluan

Peristiwa turunnya wahyu pertama merupakan momen paling agung dalam sejarah umat manusia. Pada saat itu, Allah ﷻ mengutus malaikat Jibril عليه السلام untuk menyampaikan firman-Nya yang pertama kali kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira, sebuah tempat sunyi di sekitar Makkah. Dari peristiwa inilah, risalah kenabian dimulai dan cahaya Islam menerangi seluruh dunia.


Kebiasaan Nabi ﷺ di Gua Hira

Sebelum diangkat menjadi nabi, Rasulullah ﷺ sering menyendiri di Gua Hira untuk beribadah, berzikir, dan merenungi keadaan masyarakat Makkah yang dipenuhi kemusyrikan dan kezaliman. Beliau menjauhi penyembahan berhala dan mencari kebenaran sejati dengan fitrah yang suci.

Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan:

أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مِنَ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِي النَّوْمِ، فَكَانَ لَا يَرَى رُؤْيَا إِلَّا جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ، ثُمَّ حُبِّبَ إِلَيْهِ الْخَلَاءُ، فَكَانَ يَخْلُو بِغَارِ حِرَاءٍ فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ

“Permulaan wahyu yang datang kepada Rasulullah ﷺ adalah mimpi yang benar dalam tidurnya, setiap kali beliau bermimpi, selalu terjadi seperti cahaya subuh. Lalu beliau gemar menyendiri di Gua Hira dan beribadah di sana.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama

Pada suatu malam di bulan Ramadhan, ketika Nabi ﷺ sedang beribadah di Gua Hira, datanglah malaikat Jibril عليه السلام membawa wahyu pertama.

Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan:

فَجَاءَهُ الْمَلَكُ فَقَالَ: اقْرَأْ، قَالَ: مَا أَنَا بِقَارِئٍ، قَالَ: فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ، ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ: اقْرَأْ، قُلْتُ: مَا أَنَا بِقَارِئٍ، فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ، ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ: اقْرَأْ، قُلْتُ: مَا أَنَا بِقَارِئٍ، فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ، ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُۙ ٣ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ٥

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-‘Alaq: 1–5)

Inilah lima ayat pertama yang menjadi permulaan wahyu dan awal dari risalah kenabian Nabi Muhammad ﷺ.


Kembali ke Rumah dengan Ketakutan

Setelah menerima wahyu, Rasulullah ﷺ merasa sangat takut dan gemetar. Beliau segera pulang ke rumah dan berkata kepada istrinya:

زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي

“Selimuti aku, selimuti aku.”

Khadijah رضي الله عنها menenangkan beliau dan berkata:

كَلَّا وَاللّٰهِ لَا يُخْزِيكَ اللّٰهُ أَبَدًا، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ، وَتُقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Sekali-kali tidak! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu. Engkau orang yang menyambung tali silaturahmi, jujur dalam ucapan, menolong orang yang lemah, memuliakan tamu, dan membantu dalam setiap kebenaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ucapan Khadijah رضي الله عنها menggambarkan kepribadian agung Nabi ﷺ yang telah dijaga oleh Allah ﷻ sejak sebelum kenabian.


Pertemuan dengan Waraqah bin Nawfal

Khadijah رضي الله عنها kemudian membawa Nabi ﷺ kepada Waraqah bin Nawfal, sepupu Khadijah yang memeluk agama Nasrani dan memahami kitab suci. Setelah mendengar cerita Nabi ﷺ, Waraqah berkata:

هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي نَزَّلَ اللَّهُ عَلَى مُوسَى

“Itu adalah Jibril, malaikat yang Allah utus kepada Musa. Andai aku masih muda dan hidup pada masa umatmu akan mengusirmu, niscaya aku akan menolongmu.” (HR. Bukhari)

Ucapan Waraqah menegaskan bahwa wahyu yang turun kepada Nabi ﷺ adalah benar-benar dari Allah ﷻ dan merupakan awal dari risalah Islam yang agung.


Hikmah dari Turunnya Wahyu Pertama

  1. Tanda dimulainya kenabian — Wahyu pertama menjadi titik awal risalah Islam yang menyelamatkan umat manusia dari kegelapan.

  2. Pentingnya ilmu dan membaca — Wahyu pertama diawali dengan perintah “Iqra’” (Bacalah), menandakan bahwa Islam berdiri di atas ilmu dan pengetahuan.

  3. Penegasan bahwa wahyu adalah petunjuk Allah ﷻ — Bukan hasil renungan manusia, melainkan bimbingan langsung dari Sang Pencipta.


Penutup

Peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hira adalah titik awal kebangkitan umat manusia menuju cahaya petunjuk Allah ﷻ. Dari gua yang sunyi, risalah Islam dimulai dan terus menerangi dunia hingga hari ini. Rasulullah ﷺ menjadi pembawa cahaya wahyu yang menuntun manusia kepada jalan yang lurus.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger