Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selanjutnya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita dengan menjalankan segala perintah-Nya. Saat ini kita berada di bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya Allah ﷻ menurunkan Al-Qur’an pertama kali. Oleh karena itu, momentum ini sangat tepat bagi kita untuk kembali merenungkan sejauh mana kita menjadikan kitab suci ini sebagai pedoman hidup. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan yang kita lantunkan dengan indah, melainkan kompas yang mengarahkan setiap langkah kita di dunia ini.
Al-Qur’an sebagai Cahaya dan Petunjuk
Allah ﷻ menurunkan Al-Qur’an untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Tanpa bimbingan wahyu, manusia akan tersesat dalam mengikuti hawa nafsu dan tipu daya dunia yang fana. Oleh sebab itu, kita harus menempatkan Al-Qur’an di atas segala pendapat atau aturan manusia lainnya. Al-Qur’an memberikan solusi atas segala permasalahan hidup yang kita hadapi, baik dalam urusan ibadah maupun muamalah.
Allah ﷻ menegaskan fungsi Al-Qur’an dalam firman-Nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang bathil) (QS. Al-Baqarah: 185).
Maka dari itu, marilah kita memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an di bulan mulia ini. Kita tentu ingin menjadi golongan yang mendapatkan syafaatnya pada hari kiamat nanti.
Kewajiban Mengamalkan Isi Al-Qur’an
Selain membacanya, kita juga memiliki kewajiban untuk memahami dan mengamalkan setiap ayat yang kita baca. Keberkahan Al-Qur’an akan terpancar pada diri seseorang ketika ia mulai mengubah perilakunya sesuai dengan tuntunan wahyu. Oleh karena itu, janganlah kita menjadi orang yang hafal lafadznya namun mengabaikan hukum-hukumnya. Keimanan yang benar adalah keimanan yang selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kalam Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Al-Qur’an bisa menjadi penolong atau justru menjadi saksi yang memberatkan kita. Abu Malik Al-Asy’ari رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
Dan Al-Qur’an itu adalah hujjah (pembela) bagimu atau hujjah yang akan menuntutmu (HR. Muslim).
Oleh sebab itu, marilah kita jadikan Al-Qur’an sebagai hakim atas setiap tindakan kita. Apabila Al-Qur’an menghalalkannya maka kita laksanakan, dan apabila Al-Qur’an melarangnya maka segera kita tinggalkan.
Berpegang Teguh agar Tidak Tersesat
Kemudian, kita harus menyadari bahwa keselamatan umat ini sangat bergantung pada keterikatannya dengan dua warisan utama. Selama kita berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, maka kita tidak akan pernah terjerumus ke dalam jurang kebinasaan. Oleh karena itu, pendidikan Al-Qur’an harus kita mulai dari lingkungan keluarga agar anak cucu kita memiliki karakter islami yang kuat. Jika setiap rumah tangga muslim dihiasi dengan cahaya Al-Qur’an, maka kedamaian akan menaungi kehidupan kita semua.
Rasulullah ﷺ memberikan jaminan keamanan bagi siapa saja yang menjadikan wahyu sebagai pegangan hidupnya. Dari Malik bin Anas رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’, Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’).
Maka dari itu, mari kita jadikan sisa Ramadhan ini sebagai awal untuk lebih mencintai Al-Qur’an. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita sebagai Ahlul Qur’an, yaitu keluarga Allah ﷻ yang ada di muka bumi.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,
Sebagai kesimpulan, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai imam dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita tidak boleh hanya sekadar mengejar target khatam tanpa meresapi maknanya. Selanjutnya, marilah kita perbaiki akhlak kita agar sesuai dengan cerminan akhlak Al-Qur’an sebagaimana akhlak Rasulullah ﷺ.
Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala untuk berdoa agar Allah ﷻ senantiasa menerangi hati kita dengan cahaya iman.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

