Khutbah Jumat

Larangan Berbuat Dzalim di Bulan Haram

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya. Selanjutnya, kita patut bersyukur karena Allah ﷻ mempertemukan kita dengan bulan Dzulqa’dah yang sangat mulia ini. Perlu ana sampaikan bahwa Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram yang Allah ﷻ istimewakan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, kita wajib menjaga kesucian bulan ini dengan menjauhi segala bentuk perbuatan dosa. Terlebih lagi, Allah ﷻ melarang kita berbuat dzalim di dalam bulan-bulan yang terhormat tersebut.

Kedudukan Dzulqa’dah sebagai Bulan Haram

Allah ﷻ menetapkan jumlah bulan sebanyak dua belas dalam setahun, dan empat di antaranya adalah bulan haram. Keempat bulan tersebut meliputi Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Di dalam bulan-bulan ini, nilai sebuah perbuatan akan menjadi jauh lebih besar di sisi Allah ﷻ. Jika kita melakukan amal shalih, maka pahalanya akan melimpah, namun jika kita berbuat dosa, maka dosanya pun akan lebih berat.

Allah ﷻ berfirman mengenai ketetapan bulan-bulan haram ini:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu (QS. At-Taubah: 36).

Maka dari itu, marilah kita memperhatikan setiap langkah dan perilaku kita selama bulan Dzulqa’dah ini. Ana mengingatkan agar kita tidak merusak kehormatan bulan ini dengan melakukan hal-hal yang Allah ﷻ murkai.

Larangan Berbuat Dzalim kepada Diri Sendiri

Dzalim kepada diri sendiri berarti seseorang membiarkan dirinya terjerumus ke dalam kubangan maksiat dan syirik. Kita seringkali tidak sadar bahwa setiap kemaksiatan yang kita kerjakan merupakan bentuk kedzaliman terhadap jiwa kita. Oleh sebab itu, bulan haram ini harus menjadi momentum bagi kita untuk berhenti dari kebiasaan buruk. Jika kita berbuat dosa di bulan Dzulqa’dah, maka kita telah menzalimi diri sendiri dengan siksa yang lebih dahsyat.

Rasulullah ﷺ menjelaskan kedudukan bulan-bulan haram ini saat beliau melaksanakan haji wada’. Abu Bakrah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Waktu berputar sebagaimana keadaannya saat Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan berturut-turut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada dan Sya’ban (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, marilah kita isi waktu kita dengan memperbanyak ketaatan sebagai bentuk penghormatan kepada ketentuan Allah ﷻ. Kebajikan yang kita lakukan di bulan ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kehidupan akhirat kelak.

Larangan Berbuat Dzalim kepada Sesama Manusia

Selain dzalim kepada diri sendiri, kita juga dilarang keras berbuat dzalim kepada sesama manusia. Menyakiti hati saudara seiman, mengambil hak orang lain, atau merusak nama baik sesama muslim adalah perbuatan yang sangat tercela. Di bulan haram seperti Dzulqa’dah ini, menjaga lisan dan tangan dari perbuatan jahat merupakan kewajiban yang berlipat ganda. Oleh sebab itu, kedamaian dan keselamatan setiap muslim harus kita junjung tinggi di mana pun kita berada.

Ingatlah wasiat Rasulullah ﷺ tentang kehormatan setiap muslim yang tidak boleh dilanggar. Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ

Setiap muslim atas muslim lainnya adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya (HR. Muslim).

Maka dari itu, marilah kita bersihkan hati kita dari segala rasa benci dan keinginan untuk menyakiti orang lain. Semoga Allah ﷻ senantiasa menjaga kita agar tidak menjadi pelaku kedzaliman di bulan yang sangat mulia ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, mari kita manfaatkan bulan Dzulqa’dah ini dengan memperbanyak istighfar dan amal shalih. Janganlah kita biarkan bulan haram ini berlalu tanpa ada perubahan positif pada diri kita masing-masing. Selanjutnya, marilah kita perkuat tekad untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain di sekitar kita. Oleh sebab itu, mari kita saling mendoakan agar kita selalu berada dalam lindungan dan taufiq-Nya.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk berdoa agar Allah ﷻ mengampuni segala khilaf kita selama ini.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger