Keutamaan Istiqamah dalam Keimanan
Khutbah Pertama
الحمد لله الذي هدانا للإيمان، وشرع لنا طريق الاستقامة والإحسان، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena dengan ketakwaan, hidup akan menjadi tenang, amal diterima, dan akhir kehidupan ditutup dengan husnul khatimah.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Tema khutbah kita hari ini adalah “Keutamaan Istiqamah dalam Keimanan.”
Istiqamah berarti teguh di atas jalan yang benar, tetap dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah ﷻ dalam segala keadaan. Ia bukan hanya melakukan kebaikan sesaat, tetapi terus berpegang teguh pada petunjuk Allah hingga akhir hayat.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (Fussilat: 30)
Ayat ini menunjukkan betapa besar kedudukan istiqamah di sisi Allah ﷻ. Ia menjadi sebab turunnya rahmat, ketenangan, dan jaminan surga bagi orang-orang yang teguh dalam keimanan.
Makna Istiqamah dalam Kehidupan
Rasulullah ﷺ bersabda kepada sahabat Sufyan bin Abdullah رضي الله عنه:
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjelaskan bahwa keimanan sejati harus diiringi dengan keteguhan dalam amal. Tidak cukup hanya beriman di lisan, tetapi harus dibuktikan dengan amal yang terus menerus di atas jalan kebenaran.
Ciri-Ciri Orang yang Istiqamah
-
Menjaga keimanan dari syirik dan kemaksiatan.
-
Konsisten dalam ibadah dan amal shalih.
-
Tidak mudah tergoda oleh dunia dan hawa nafsu.
-
Sabar dalam menghadapi ujian dan tetap yakin pada janji Allah.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Istiqamah adalah bukti kejujuran dalam iman. Orang yang istiqamah tidak terpengaruh oleh perubahan zaman, tidak terombang-ambing oleh keadaan, dan tidak goyah oleh ujian.
Allah ﷻ berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang-orang yang telah bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Hud: 112)
Ayat ini adalah perintah langsung kepada Nabi ﷺ untuk senantiasa istiqamah. Karena itu, istiqamah adalah jalan para nabi, para shiddiqin, dan orang-orang saleh.
Penutup Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimin,
Istiqamah adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan istiqamah, amal diterima, doa dikabulkan, dan akhir kehidupan ditutup dengan husnul khatimah. Maka marilah kita mohon kepada Allah ﷻ agar diberi keteguhan hati di atas agama-Nya.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئة، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Istiqamah bukanlah hal yang mudah. Karena itu, Rasulullah ﷺ sering berdoa agar hatinya tetap teguh dalam iman. Dalam hadits shahih riwayat Ummu Salamah رضي الله عنها, beliau ﷺ berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, shahih menurut Syaikh Al-Albani)
Doa ini hendaknya selalu kita panjatkan agar hati kita tidak berpaling dari kebenaran. Karena iman manusia bisa naik turun, maka istiqamah menjadi benteng agar kita tetap di atas jalan lurus hingga ajal menjemput.
اللهم اجعلنا من أهل الاستقامة، وثبت قلوبنا على طاعتك، ووفقنا للثبات على الإيمان حتى نلقاك، واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (An-Nahl: 90)
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


