Hadits

Jagalah Hatimu, Demi Kebaikan Tubuhmu

Hati manusia merupakan pusat kendali yang menentukan seluruh perilaku dan gerak-gerik anggota tubuh. Jika hati seseorang bersih, maka secara otomatis tindakan yang ia lakukan juga akan menjadi baik. Namun sebaliknya, apabila hati telah rusak oleh penyakit batin, maka seluruh anggota tubuh akan ikut melakukan penyimpangan. Artikel ini akan mengulas pentingnya menjaga kesehatan hati sebagai kunci utama kebaikan hidup seorang Muslim.

Hati sebagai Sumber Perbuatan Manusia

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan penjelasan mendalam mengenai hubungan antara hati dan tubuh. Beliau menegaskan bahwa hati adalah asal atau sumber dari segala tindakan. Dalam kitab Al-Iman, beliau menjelaskan:

الْقَلْبُ هُوَ الْأَصْلُ، فَإِذَا كَانَ فِيهِ مَعْرِفَةٌ وَإِرَادَةٌ سَرَى ذَلِكَ إِلَى الْبَدَنِ بِالضَّرُورَةِ، لَا يُمْكِنُ أَنْ يَتَخَلَّفَ الْبَدَنُ عَمَّا يُرِيدُهُ الْقَلْبُ

Hati adalah sumbernya. Maka apabila di dalam hati ada sebuah pengetahuan dan sebuah keinginan, hal itu pasti akan meresap ke dalam tubuh. Tidak mungkin tubuh akan menyelisihi apa yang hati inginkan (Al-Iman, hal. 149).

Oleh karena itu, setiap mukmin harus fokus memperbaiki niat dan isi hatinya sebelum memperbaiki penampilan lahiriah. Pengetahuan yang benar di dalam hati akan membuahkan keinginan yang kuat untuk taat kepada Allah ﷻ. Selanjutnya, dorongan batin tersebut akan menggerakkan kaki untuk melangkah ke masjid dan menggerakkan tangan untuk bersedekah.

Sabda Rasulullah ﷺ tentang Segumpal Darah

Pernyataan Ibnu Taimiyah tersebut berlandaskan pada hadits shahih yang sangat masyhur mengenai anatomi spiritual manusia. Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging yang menentukan kualitas diri seseorang. Dari An-Nu’man bin Basyir رضي الله عنهما, Nabi ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging yang apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh tersebut, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa perbaikan anggota tubuh harus berawal dari perbaikan hati terlebih dahulu. Jika hati kita telah tertanam rasa takut (khauf) dan cinta (mahabbah) kepada Allah ﷻ, maka seluruh panca indra akan terjaga dengan sendirinya. Sebaliknya, hati yang kotor akan membuat mata sulit terjaga dari yang haram dan lisan sulit berhenti dari ghibah.

Cara Menjaga Kebersihan Hati

Ternyata, hati membutuhkan asupan spiritual yang rutin agar tetap sehat dan bercahaya. Membaca Al-Qur’an dan memperbanyak zikir merupakan obat paling mujarab untuk mengikis karat-karat dosa di dalam hati. Selain itu, menjauhi makanan yang haram juga berperan besar dalam menjaga kesucian batin seorang muslim.

Allah ﷻ mengingatkan umat manusia bahwa hanya orang yang memiliki hati yang bersih yang akan selamat di hari kiamat. Allah ﷻ berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Yaitu pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Asy-Syu’ara: 88-89).

Akhirnya, marilah kita senantiasa memohon kepada Allah ﷻ agar Dia memberikan ketetapan iman di dalam hati kita. Dengan hati yang sehat, kita akan lebih mudah merasakan manisnya ibadah dan ketenangan dalam menghadapi ujian hidup. Semoga Allah ﷻ menjadikan hati kita semua sebagai qalbun salim yang senantiasa condong kepada kebenaran.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger