Hadits

Dua Kalimat yang Dicintai Allah

Zikir merupakan ibadah yang sangat mulia dan menjadi kunci ketenangan hati bagi setiap mukmin. Di antara sekian banyak bacaan zikir, ternyata ada dua kalimat yang memiliki keistimewaan luar biasa dalam pandangan syariat. Kalimat ini sangat mudah untuk kita ucapkan, namun memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah ﷻ.

Keistimewaan Kalimat Tasbih

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira mengenai dua kalimat yang mampu memperberat timbangan amal kebaikan kita di hari kiamat. Meskipun kata-katanya sangat singkat, Allah Ar-Rahman sangat mencintai siapa saja yang membasahi lidahnya dengan bacaan ini.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan (amal), dan dicintai oleh Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih), yaitu: Subhaanallahi wa bihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) dan Subhaanallahil ‘Azhiim (Maha Suci Allah Yang Maha Agung) (HR. Bukhari dan Muslim).

Makna Mendalam di Balik Zikir

Dua kalimat tersebut mengandung penyucian kepada Allah ﷻ dari segala kekurangan dan cacat. Ketika kita mengucapkan Subhaanallahi wa bihamdihi, kita mengakui kemurnian Allah ﷻ sekaligus memuji segala nikmat-Nya. Sementara itu, ucapan Subhaanallahil ‘Azhiim menanamkan rasa hormat dan pengagungan yang dalam terhadap kekuasaan-Nya yang mutlak.

Allah ﷻ juga memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bertasbih dalam berbagai keadaan, sebagaimana firman-Nya:

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (Al-Hijr: 98).

Mengapa Kita Harus Merutinkan Zikir Ini?

Kesibukan dunia sering kali membuat manusia lalai dari mengingat Penciptanya. Padahal, zikir ini tidak memerlukan waktu lama ataupun tenaga yang besar untuk melakukannya. Kita bisa mengamalkannya saat sedang berkendara, bekerja, atau bahkan ketika beristirahat sejenak. Dengan merutinkan dua kalimat ini, kita sedang menabung amal berat yang akan menolong kita saat penghitungan amal kelak.

Oleh karena itu, setiap muslim sebaiknya tidak meremehkan amalan lisan yang sederhana ini. Harapannya, istikamah dalam bertasbih mampu menghapuskan dosa-dosa kecil dan mendekatkan diri kita kepada Allah ﷻ. Akhirnya, semoga Allah ﷻ senantiasa memudahkan lidah kita untuk berzikir hingga akhir hayat nanti.

Penerjemah: Ustadz Paisal Ahmad Akbar S.Pd (Pengajar Pesantren MAQI)

Sumber:

ص310 – أرشيف ملتقى أهل الحديث – ذكر الله – المكتبة الشاملة الحديثة

——–

الرابط:https://al-maktaba.org/book/31621/36312#p16

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger