Bahasa Arab

Memahami Maf‘ūl Fīh

Mengenal Keterangan Waktu dan Tempat dalam Bahasa Arab

Dalam menyusun sebuah cerita atau memberikan informasi, kita tentu perlu menyebutkan kapan dan di mana suatu peristiwa terjadi. Bahasa Arab memiliki istilah khusus untuk menunjukkan keterangan ini, yaitu Maf‘ūl fīh atau yang sering kita kenal sebagai Zharf. Dengan memahami kaidah ini, Anda akan lebih mudah merangkai kalimat yang informatif dan sesuai dengan tata bahasa yang benar.

Definisi Maf‘ūl Fīh dalam Ilmu Nahwu

Para pakar bahasa Arab mendefinisikan Maf‘ūl fīh sebagai isim yang menunjukkan waktu atau tempat terjadinya suatu perbuatan. Secara istilah, definisi Maf‘ūl fīh adalah:

الْمَفْعُولُ فِيهِ هُوَ الِاسْمُ الْمَنْصُوبُ الَّذِي يُذْكَرُ لِبَيَانِ زَمَانِ الْفِعْلِ أَوْ مَكَانِهِ

Maf‘ūl fīh adalah isim manshūb yang disebutkan untuk menjelaskan waktu terjadinya perbuatan atau tempatnya.

Sesuai dengan definisinya, Zharf terbagi menjadi dua bagian utama. Pertama adalah Zharf Zaman untuk keterangan waktu, dan kedua adalah Zharf Makan untuk keterangan tempat. Keduanya menempati posisi manshūb, sehingga pada umumnya memiliki harakat akhir fathah.

Contoh Maf‘ūl Fīh dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an menggunakan keterangan waktu dan tempat untuk memberikan gambaran peristiwa yang nyata. Allah ﷻ berfirman:

وَجَاءُوا أَبَاهُمْ عِشَاءً يَبْكُونَ

Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada waktu isya sambil menangis (QS. Yusuf: 16).

Pada ayat di atas, lafaz عِشَاءً berkedudukan sebagai Maf‘ūl fīh (Zharf Zaman). Selanjutnya, penggunaan kata tersebut menjelaskan kapan saudara-saudara Nabi Yusuf datang menemui ayah mereka. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keterangan waktu dalam memperjelas sebuah alur cerita.

Teladan dari Hadits Nabi ﷺ

Kita juga banyak menemukan penggunaan Zharf dalam petunjuk ibadah yang Rasulullah ﷺ sampaikan. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ

Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir (HR. Bukhari dan Muslim).

Lafaz لَيْلَةٍ dalam hadits tersebut menunjukkan keterangan waktu terjadinya peristiwa yang agung itu. Selain itu, pemahaman tentang waktu ini sangat membantu umat Islam dalam menentukan waktu-waktu utama untuk beribadah dan berdoa kepada Allah ﷻ.

Penerapan dalam Percakapan Sehari-hari

Supaya Anda lebih mahir, mari kita praktiskan penggunaan Zharf dalam dialog harian. Anda dapat menggunakan kata-kata berikut untuk memperjelas pesan Anda kepada orang lain:

  1. Keterangan Waktu (Zharf Zaman): أَصُومُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ Aku berpuasa pada hari Senin. سَأُسَافِرُ غَدًا Aku akan bepergian besok.

  2. Keterangan Tempat (Zharf Makan): أَمَامَ الْمَسْجِدِ انْتَظَرْتُكَ Di depan masjid aku menunggumu. الْقَلَمُ فَوْقَ الْمَكْتَبِ Pena itu berada di atas meja.

Tentu saja, penggunaan kata seperti amāma (di depan) atau fauqa (di atas) membuat informasi posisi benda menjadi sangat akurat. Oleh karena itu, membiasakan diri dengan kata-kata keterangan ini akan sangat meningkatkan kualitas percakapan Anda.

Manfaat Mempelajari Zharf secara Mendalam

Mempelajari Maf‘ūl fīh akan membantu Anda dalam memahami batasan waktu dan tempat dalam nash-nash syar’i. Selain itu, Anda akan lebih teliti dalam melihat bagaimana sebuah kalimat Arab dibangun dengan struktur yang sangat logis. Oleh sebab itu, mari kita terus bersemangat menggali ilmu nahwu ini agar pemahaman agama kita semakin sempurna. Melalui ketekunan belajar, setiap teks Arab yang kita baca akan memberikan makna yang lebih luas dan mendalam.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger