Khutbah Hani Ibni Al-Qobisho Ibni Hani Ibni Mas’ud Asy-Syaibaani

Bagikan artikel ini :

 

Khutbah hani bin mas’ud adalah khutbah yang sering di jumpai pada kitab sastra arab (ilmu adab) karena begitu berpengaruhnya khutbah ini dalam membakar api perjuangan bangsa arab melawan Persia yang sangat kuat. Namun sebelum kita masuk pada khutbahnya kita bahas kronologi peperangan yang menjadi sebab khutbah ini di kumandangkan dan di abadikan dalam kitab-kitab sastra (imu adab)

Pertempuran ini dikenal dengan nama perang Dzi Qor dan nama ini di nisbatkan pada tempat yang terdapat sebuah mata air yang di sebut mata air dzi qor di wilayah bani bakr bin wa’il yang tak jauh dari kufah. Di dekatnya ada beberapa lokasi lain yaitu Hinw Dzi Qor, Qoroqir, Jubabat Dzi Al-Ujrum, Ghadzawan, dan Bathho’ Dzi Qor.

Pertempuran ini terjadi karena kisrah Aparviz meminta Hani bin mas’ud menyerahkan barang-barang yang di titipkan oleh An-Nu’man kepadanya . Ketika Hani menolak menyerahkan barang yang di amanatkan padanya agar tidak di berikan kepada orang yang tidak berhak, kisrah pun murka lalu mengirim surat kepada Al-Hamarz At-Tustari di marzuban di benteng quthquthanah, Jalabzin yang menduduki benteng di bariq, serta Qais Bin Mas’ud gubernur di Kawasan Safawan, memerintahkan mereka untuk bergabung dengan Iyas (panglima Persia) untuk menyerbu arab.

Pada hari pertama pasukan Persia berhasil menyerang pasukan arab dan membuat mereka kualahan karna pasukan Persia bersenjata lengkap dengan pasukan gajah, namun pada hari kedua pasukan ini mulai kehausan dan kesempatan ini di manfaatkan oleh pasukan arab untuk memukul mundur pasukan Persia, bani Bakr dan pasukan arab lainnya mengejar pasukan Persia hingga Jubabat, lalu terus bergerak hingga di Bathha’ Dzi Qor dan perang pun berakhir dengan kemenangan arab atas Persia dan para pemimpin pasukan Persia pun terbunuh.

Pada saat pasukan Persia sudah memasuki Kawasan Dzi Qor, Hani bin Mas’ud naik ke sebuah gunung dan berkhutbah untuk membakar semangat para pasukan bani bakr dan pasukan arab lainnya :

يامعشر بكرٍ, هالك معذورٌ خيرٌ من ناجٍ فرور, إنّ الحذر لا ينجي من القدر, و إنّ الصبر من أسباب الظفر, المنية و لا الدية, استقبالُ الموت خيرٌ من استدباره, و الطعن في ثغر النحور أكرم منه في الأعجاز و الظهور, ياآل بكرٍ: قاتلوا فما للمنايا من بدٍّ

Artinya :

Wahai masyarakat bani bakr, mati dalam perlawan lebih mulia dari pada selamat tapi mundur, sesungguhnya ketakutan itu tidak dapat merubah takdir dan ketetapan, dan sungguh kesabaranlah yang menjadi sebab kemenangan, mending mati dan tidak terhina, menyambut kematian itu lebih mulia dari pada lari dari kematian, dan dibunuh dari depan itu lebih mulia dari pada di bunuh dari belakang, wahai masyarakat bani Bakr : Berperanglah karna kematian sudah sangat dekat.

Setelah mendengar khutbah ini pasukan dari kalangan bani bakr dan pasukan arab lainnya terbakar api semangat dan berperang dengan tujuan menyambut kematian yang mulia dan dengannya mereka memenangkan pertempuran tersebut.

Penulis : Ustadz Faisal Alhabsyi (Bidang Kurikulum dan Akademik Pesantren MAQI)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger