‘Athaf Marfū‘
Dalam tata bahasa Arab, memahami cara menyambungkan satu kata dengan kata lainnya sangatlah penting. Salah satu pembahasan yang sering muncul adalah ‘athaf. Secara sederhana, ‘athaf adalah menghubungkan dua kata atau lebih menggunakan huruf sambung tertentu. Ketika kata yang diikuti berstatus marfu‘ (terangkat/fathah), maka kata yang mengikuti juga harus marfu‘.
Apa Itu ‘Athaf Marfū‘?
‘Athaf merupakan bagian dari tawabi‘, yaitu kata yang mengikuti hukum i’rab kata sebelumnya. Jika Anda menyebutkan sebuah nama yang berkedudukan sebagai subjek (fā‘il), lalu menambahkan nama lain dengan kata sambung “dan” (wa), maka nama kedua harus mengikuti harakat nama pertama.
Pengertian ‘Athaf Marfū‘
Secara bahasa, ‘athaf berarti menghubungkan. Adapun marfū‘ berarti berharakat dhammah atau berkedudukan rafa‘. Dengan demikian, ‘athaf marfū‘ adalah isim yang di-‘athaf-kan kepada isim marfū‘ sebelumnya, lalu mengikuti kedudukannya dalam i‘rab.
Dengan kata lain, ketika isim pertama berstatus marfū‘, maka isim setelah huruf ‘athaf juga menjadi marfū‘.
Huruf-Huruf ‘Athaf
Dalam bahasa Arab, terdapat beberapa huruf ‘athaf yang paling sering digunakan, di antaranya:
-
و (dan)
-
ف (lalu)
-
ثم (kemudian)
-
أو (atau)
-
بل (bahkan)
-
لكن (akan tetapi)
Pada pembahasan ini, fokus diarahkan pada pengaruh huruf-huruf tersebut terhadap i‘rab marfū‘.
Contoh ‘Athaf Marfū‘ dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ
Dan Allah dan Rasul-Nya lebih berhak untuk mereka cari keridhaan-Nya jika mereka adalah orang-orang yang beriman (QS. At-Taubah: 62).
Contoh ‘Athaf Marfū‘ dalam Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاتَّقُوا الشُّحَّ
Bertakwalah kalian kepada kezaliman karena kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat, dan bertakwalah kalian kepada kekikiran (HR. Muslim).
Kaidah Penting yang Perlu Diperhatikan
- Isim yang di-‘athaf-kan harus mengikuti i‘rab isim sebelumnya.
- Perbedaan makna huruf ‘athaf tidak mengubah hukum marfū‘ selama isim pertama berstatus rafa‘.
- Kesalahan membaca sering terjadi karena tidak memperhatikan posisi kata sebelum huruf ‘athaf.
Oleh sebab itu, ketelitian dalam mengenali mubtada’, khabar, fa‘il, dan naibul fa‘il sangat diperlukan.
Manfaat Memahami ‘Athaf Marfū‘
Dengan memahami ‘athaf marfū‘, pembaca Al-Qur’an dapat menjaga ketepatan bacaan. Selain itu, pemahaman makna ayat dan hadits menjadi lebih utuh. Lebih jauh lagi, kemampuan menyusun kalimat Arab pun akan meningkat secara bertahap.
Manfaat Mempelajari Kaidah Ini
Mengapa kita perlu mempelajari ‘athaf marfu‘? Pertama, agar kita mampu membaca teks Arab, terutama Al-Qur’an dan Hadits, dengan harakat yang tepat. Kedua, pemahaman yang baik mencegah terjadinya kesalahan makna yang fatal.
Penutup
Sebagai kesimpulan, ‘athaf marfū‘ adalah kaidah dasar namun sangat penting dalam ilmu nahwu. Melalui pemahaman yang benar, kesalahan i‘rab dapat diminimalkan. Akhirnya, penguasaan kaidah ini akan sangat membantu dalam memahami nash syar‘i secara tepat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

