Al-Quran

Haji dalam Al-Qur’an

Kewajiban Haji bagi Umat Islam

Haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang mampu. Ia termasuk dalam rukun Islam dan menjadi bentuk ketaatan yang tinggi kepada Allah ﷻ. Melalui ibadah haji, seorang hamba mengikrarkan ketundukan total kepada perintah Allah ﷻ serta meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim عليه السلام dan keluarganya.

Allah ﷻ berfirman:

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah ialah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (Ali Imran: 97)

Ayat ini menjadi dasar kewajiban haji dan menegaskan bahwa ibadah ini hanya diwajibkan bagi mereka yang memiliki kemampuan secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan.

Sejarah dan Makna Disyariatkannya Haji

Ibadah haji memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim عليه السلام. Allah ﷻ memerintahkan beliau untuk menyeru manusia agar datang berhaji ke Baitullah.

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan dengan menunggang unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (Al-Hajj: 27)

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah haji telah disyariatkan sejak masa Nabi Ibrahim عليه السلام sebagai simbol persatuan umat dalam mengesakan Allah ﷻ.

Tujuan dan Hikmah Ibadah Haji

Haji mengandung banyak hikmah, di antaranya membersihkan jiwa dari dosa, menumbuhkan rasa persaudaraan sesama muslim, serta menanamkan ketundukan kepada Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman:

لِيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِ

“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa hewan ternak.” (Al-Hajj: 28)

Haji bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga ibadah sosial dan spiritual yang mengajarkan persatuan, kesabaran, serta pengorbanan.

Larangan dalam Ibadah Haji

Selama melaksanakan ibadah haji, seorang muslim diperintahkan untuk menjauhi segala bentuk perbuatan maksiat, pertengkaran, dan pelanggaran.

فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۗ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِي الْاَلْبٰبِ

“Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (ucapan kotor), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam haji. Dan apa pun kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 197)

Ayat ini mengajarkan bahwa inti haji bukan hanya pada manasik, tetapi pada ketakwaan dan akhlak mulia selama menjalankan ibadah.

Keutamaan Haji Mabrur

Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Haji mabrur adalah haji yang dilaksanakan dengan ikhlas, sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, serta diiringi dengan akhlak mulia dan amal saleh.

Penutup

Haji adalah puncak ibadah dalam Islam yang menggabungkan unsur pengorbanan, ketaatan, dan ketundukan kepada Allah ﷻ. Ia menyatukan umat Islam dari seluruh penjuru dunia dalam satu kalimat tauhid, Lā ilāha illallāh. Siapa yang berhaji dengan ikhlas dan menunaikannya sesuai tuntunan syariat, maka dosanya akan diampuni dan dijanjikan surga oleh Allah ﷻ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger