Kitab Shalat: Definisi, Dalil, dan Keutamaannya
Shalat merupakan tiang agama sekaligus ibadah yang paling utama bagi setiap Muslim. Sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Sang Pencipta, memahami tata cara dan hukum shalat secara mendalam menjadi sebuah kewajiban. Artikel ini akan mengulas dasar-dasar ilmu shalat yang mencakup enam pembahasan penting guna menyempurnakan ibadah harian kita.
Struktur Pembahasan Kitab Shalat
Dalam mempelajari kitab shalat, para ulama biasanya membagi pembahasan ke dalam beberapa bab krusial. Pembagian ini memudahkan kita untuk memahami setiap proses ibadah secara sistematis. Berikut adalah enam bab utama dalam kitab shalat:
-
Bab Adzan dan Iqamah
-
Bab Syarat Sahnya Shalat
-
Bab Hukum-hukum Shalat
-
Bab Sujud Sahwi
-
Bab Shalat Berjama’ah
-
Bab Shalat Jum’at
Definisi Shalat Menurut Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, shalat memiliki arti doa. Makna ini merujuk pada hakikat shalat yang berisi permohonan hamba kepada Allah ๏ทป. Allah ๏ทป memberikan isyarat mengenai pengertian ini melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an:
ุฎูุฐู ู ููู ุฃูู ูููุงููููู ู ุตูุฏูููุฉู ุชูุทููููุฑูููู ู ููุชูุฒูููููููู ู ุจูููุง ููุตูููู ุนูููููููู ู ุฅูููู ุตูููุงุชููู ุณููููู ููููู ู ููุงูููููู ุณูู ููุนู ุนููููู ู
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (At-Taubah: 103).
Selanjutnya, para ahli fiqih mendefinisikan shalat sebagai ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan khusus. Aktivitas ini bermula dari takbiratul ihram dan berakhir dengan salam, yang mencakup posisi berdiri, duduk, rukuk, serta sujud sesuai tata cara yang telah syariat tetapkan.
Kedudukan Shalat sebagai Rukun Islam
Shalat merupakan pilar Islam yang sangat kokoh sehingga kewajibannya tidak gugur dalam kondisi apa pun selama akal masih sehat. Allah ๏ทป memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa menjaga waktu-waktu shalat dalam keadaan tenang maupun genting. Allah ๏ทป berfirman:
ููุฅูุฐูุง ููุถูููุชูู ู ุงูุตููููุงุฉู ููุงุฐูููุฑููุง ุงูููููู ููููุงู ูุง ููููุนููุฏูุง ููุนูููููฐ ุฌููููุจูููู ู ููุฅูุฐูุง ุงุทูู ูุฃูููููุชูู ู ููุฃููููู ููุง ุงูุตููููุงุฉู ุฅูููู ุงูุตููููุงุฉู ููุงููุชู ุนูููู ุงููู ูุคูู ูููููู ููุชูุงุจูุง ู ููููููุชูุง
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (An-Nisa: 103).
Ternyata, maksud dari “fardhu yang ditentukan waktunya” adalah ibadah yang memiliki batasan waktu tertentu. Kita tidak boleh sengaja mendahulukan atau mengakhirkan pengerjaannya tanpa alasan syar’i yang benar. Rasulullah ๏ทบ juga menegaskan kedudukan shalat sebagai pondasi agama dalam haditsnya.
Dari Abdullah bin Umar ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุจููููู ุงูุฅูุณูููุงู ู ุนูููู ุฎูู ูุณู: ุดูููุงุฏูุฉู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ููุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุฑูุณูููู ุงููููููุ ููุฅูููุงู ู ุงูุตููููุงุฉูุ ููุฅููุชูุงุกู ุงูุฒููููุงุฉูุ ููุงูุญูุฌููุ ููุตูููู ู ุฑูู ูุถูุงูู
Islam itu dibangun di atas lima perkara: Persaksian tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan shaum Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, shalat bukan sekadar rutinitas fisik melainkan kebutuhan spiritual yang memiliki landasan hukum yang sangat kuat. Dengan menjaga shalat tepat waktu, seorang mukmin telah membuktikan komitmen imannya sekaligus meraih ketenteraman jiwa. Akhirnya, semoga kita semua mampu istikamah dalam menyempurnakan shalat kita sesuai tuntunan Rasulullah ๏ทบ.

