Al-Qur’an sebagai Hudan
Al-Qur’an sebagai hudan berarti Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia. Allah ﷻ menurunkannya agar kita tidak tersesat di dunia dan selamat di akhirat. Oleh karena itu, setiap muslim perlu memahami bagaimana Al-Qur’an memberi petunjuk dan bagaimana cara mengambilnya.
Makna Hudan dalam Al-Qur’an
Hudan berarti petunjuk yang menuntun seseorang menuju jalan yang benar. Para ulama membagi petunjuk menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah penjelasan dan bimbingan. Jenis kedua adalah taufik, yaitu kemampuan hati untuk menerima kebenaran lalu mengamalkannya.
Rasulullah ﷺ mampu memberi jenis pertama. Namun, jenis kedua hanya milik Allah ﷻ.
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Sungguh, engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (QS. Al-Qashash: 56)
Dengan demikian, kita perlu membaca Al-Qur’an sambil memohon taufik kepada Allah ﷻ.
Petunjuk bagi Orang yang Bertakwa
Allah ﷻ membuka surat Al-Baqarah dengan penegasan tentang fungsi Al-Qur’an.
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 2)
Orang bertakwa disebut secara khusus karena mereka menerima petunjuk dengan hati yang terbuka. Meski begitu, Al-Qur’an tetap ditujukan untuk seluruh manusia.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. Al-Baqarah: 185)
Jadi, Al-Qur’an datang untuk semua orang. Akan tetapi, hanya mereka yang mau tunduk yang benar-benar mengambil manfaatnya.
Petunjuk ke Jalan yang Paling Lurus
Al-Qur’an tidak hanya menunjukkan arah secara umum. Ia membimbing manusia kepada jalan yang paling lurus.
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar. (QS. Al-Isra: 9)
Selain itu, petunjuk Al-Qur’an mencakup seluruh sisi kehidupan. Sebagai contoh, Al-Qur’an mengajarkan tauhid, mengatur ibadah, memerintahkan kejujuran, dan melarang riba. Karena itu, kita tidak membutuhkan petunjuk lain yang bertentangan dengannya.
Petunjuk, Penawar, dan Rahmat
Al-Qur’an juga menenangkan hati yang gelisah. Allah ﷻ menyebut tiga fungsi sekaligus dalam satu ayat.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman. (QS. Yunus: 57)
Penyakit dalam dada meliputi keraguan dan keinginan yang menyimpang. Al-Qur’an mengobati keduanya dengan ilmu dan iman. Kemudian, rahmat Allah ﷻ turun kepada orang yang mengamalkannya.
Pegangan agar Tidak Tersesat
Rasulullah ﷺ menegaskan pesan ini pada khutbah beliau di Arafah saat haji wada’.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ فِي خُطْبَةِ حَجَّةِ الْوَدَاعِ: وَقَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ، كِتَابُ اللَّهِ
Dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda dalam khutbah haji wada’: “Sungguh, aku telah meninggalkan pada kalian sesuatu yang tidak akan membuat kalian sesat setelahnya jika kalian berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitab Allah.” (HR. Muslim no. 1218)
Allah ﷻ pun menjamin keselamatan orang yang mengikuti petunjuk-Nya.
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى
Maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thaha: 123)
Tentu saja, kita memahami Al-Qur’an sebagaimana Rasulullah ﷺ menjelaskannya.
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Dan Kami turunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan agar mereka memikirkan. (QS. An-Nahl: 44)
Al-Qur’an Mengangkat dan Merendahkan
Petunjuk Al-Qur’an menentukan nasib seseorang. Orang yang mengikutinya akan mulia, sedangkan orang yang berpaling akan hina.
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
Dari Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini, dan merendahkan kaum yang lain dengannya.” (HR. Muslim no. 817)
Cara Mengambil Petunjuk Al-Qur’an
Agar Al-Qur’an benar-benar menjadi petunjuk, kita perlu menempuh beberapa langkah berikut.
- Membaca dengan rutin, walaupun hanya sedikit setiap hari.
- Memahami maknanya melalui tafsir yang terpercaya.
- Mengamalkan isinya dalam ibadah, akhlak, dan muamalah.
- Mengajarkannya kepada keluarga dan orang di sekitar.
Rasulullah ﷺ memuji orang yang menjalankan langkah ini.
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Dari Utsman bin Affan رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari no. 5027)
Penutup
Al-Qur’an adalah petunjuk, penawar, dan rahmat dari Allah ﷻ. Oleh sebab itu, jangan biarkan mushaf hanya menjadi hiasan. Mari kita baca, pahami, dan amalkan setiap hari. Semoga Allah ﷻ menjadikan Al-Qur’an sebagai penerang hati dan pembela kita pada hari kiamat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


