Hadits

Peristiwa Hisab dan Timbangan Amal di Hari Kiamat

Peristiwa hisab dan timbangan amal (mizan) merupakan bagian penting dari rukun iman kepada hari akhir. Selain menjadi momen penentuan nasib manusia, peristiwa ini memperlihatkan keadilan Allah ﷻ yang sangat sempurna tanpa ada kedzaliman sedikit pun. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu mempersiapkan bekal terbaik agar meraih kemudahan saat menghadapi hari perhitungan kelak.

Hadits Tentang Dua Kalimat Berat di Timbangan Amal

Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه mengenai amalan ringan yang sangat berat di atas timbangan kelak:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan (mizan), dan dicintai oleh Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih), yaitu: Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil ‘adzim (Maha Suci Allah dengan memuji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari No. 6682 dan Muslim No. 2694)

Keadilan Timbangan Amal dalam Al-Quran

Selanjutnya, Allah ﷻ menegaskan keagungan dan ketelitian timbangan amal yang akan Dia letakkan pada hari kiamat. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

Dan Kami akan memasang timbangan yang adil pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya sebesar biji sawi pun pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS. Al-Anbiya’: 47)

Oleh karena itu, tidak ada satu pun kebaikan atau keburukan yang luput dari catatan malaikat. Kemudian, ayat ini menyadarkan kita untuk tidak meremehkan amalan-amalan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, memperbanyak dzikir dan amal saleh menjadi kunci keselamatan kita saat hisab berlangsung.

Amalan yang Memberatkan Timbangan Kebaikan

Lalu, kita perlu mengetahui amalan apa saja yang dapat memperberat timbangan kebaikan di hari kiamat nanti. Di samping dzikir, akhlak terpuji memiliki bobot yang sangat besar di atas mizan. Rasulullah ﷺ memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini melalui sabda beliau:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

Dari Abu Ad-Darda’ رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan (amal) daripada akhlak yang mulia. (HR. Abu Dawud No. 4799 dan Tirmidzi No. 2002, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 5721)

Padahal, banyak orang seringkali memfokuskan diri pada ibadah ritual semata tanpa memperhatikan perbaikan akhlaknya. Dengan demikian, menyempurnakan santun dan tutur kata merupakan bagian tak terpisahkan dari persiapan menghadapi mizan.

Persiapan Diri Menghadapi Perhitungan

Pada akhirnya, kesadaran akan dahsyatnya peristiwa hisab harus mendorong kita untuk senantiasa mengevaluasi diri secara rutin. Selain itu, memohon perlindungan kepada Allah ﷻ agar memperoleh hisab yang mudah adalah doa yang sangat dianjurkan. Sebaliknya, sikap lengah dan meremehkan dosa hanya akan mendatangkan penyesalan yang terlambat di mahsyar. Oleh sebab itu, mari kita basahi lisan kita dengan dzikir dan hiasi diri dengan akhlak yang luhur demi memperberat timbangan amal kita.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger