Menolong Sesama di Bulan Mulia
Meraih Keberkahan Ramadhan
Menolong sesama merupakan perwujudan iman yang sangat nyata bagi seorang Muslim. Di samping itu, momen Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan arahan agar setiap hamba Allah ﷻ saling membantu dalam kebaikan guna meraih rida-Nya.
Perintah Tolong-Menolong dalam Kebaikan
Secara mendasar, Islam membangun hubungan antarmanusia di atas landasan saling membantu dan mencintai. Selain itu, Allah ﷻ memberikan batasan tegas bahwa tolong-menolong hanya boleh terjadi dalam hal kebajikan dan ketakwaan. Maka dari itu, bulan suci ini harus kita isi dengan berbagai aktivitas yang meringankan beban hidup orang lain.
Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (QS. Al-Ma’idah: 2)
Keutamaan Membantu Urusan Orang Lain
Selanjutnya, setiap bantuan yang kita berikan kepada sesama akan mendatangkan pertolongan dari Allah ﷻ. Tentu saja, Ramadhan menuntut kita untuk lebih peka terhadap kesulitan tetangga atau saudara yang membutuhkan. Di samping itu, Rasulullah ﷺ memberikan jaminan bahwa Allah ﷻ akan menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. (HR. Muslim).
Pahala Memberi Makan Orang Berpuasa
Bukan hanya bantuan tenaga, namun bantuan berupa makanan pun memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang yang memberi makan untuk berbuka akan mendapatkan pahala puasa yang sama dengan orang tersebut. Oleh sebab itu, berbagi hidangan buka puasa menjadi salah satu pintu surga yang sangat mudah kita masuki pada bulan ini.
Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa (saat berbuka), maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun. (HR. Tirmidzi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’ No. 6415).
Menjadi Manusia yang Paling Bermanfaat
Supaya hidup kita lebih bermakna di hadapan Allah ﷻ, maka kita harus berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Memang benar bahwa ibadah pribadi itu penting, akan tetapi ibadah sosial memiliki dampak yang sangat luas bagi keberlangsungan umat. Oleh sebab itu, marilah kita gunakan sisa waktu di bulan Ramadhan ini untuk menebar manfaat seluas-luasnya.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Thabrani. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’ No. 3289).
Kesimpulan
Pada akhirnya, menolong sesama adalah cerminan dari kemurnian tauhid dan keindahan akhlak Islam. Melalui semangat Ramadhan, manusia dapat mengasah empati dan kepeduliannya terhadap penderitaan sesama. Oleh karena itu, marilah kita jadikan bulan mulia ini sebagai sarana untuk saling menguatkan dalam jalan kebaikan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

