Mengenal Kata Kerja dalam Bahasa Arab: Al-Af’al (Bagian 2)
Mempelajari kata kerja atau al-af’al merupakan langkah dasar yang sangat penting bagi setiap penuntut ilmu syar’i. Bahasa Arab adalah kunci utama untuk memahami pesan-pesan dalam Al-Qur’an serta sunnah secara mendalam. Oleh karena itu, Pesantren MAQI kembali menghadirkan materi kosakata harian guna mempermudah masyarakat dalam memperkaya perbendaharaan kata mereka.
Daftar Kosakata Kata Kerja (Al-Af’al)
Berikut adalah daftar kata kerja yang sering kita gunakan dalam percakapan maupun bacaan kitab sehari-hari. Kami menyajikan kata kerja ini dalam tiga bentuk, yaitu fi’il madhi (masa lampau), fi’il mudhari’ (masa sekarang/akan datang), dan fi’il amr (kata perintah).
| Fi’il Madhi | Fi’il Mudhari’ | Fi’il Amr | Arti |
| قَرَأَ | يَقْرَأُ | اِقْرَأْ | Membaca |
| قَسَّمَ | يُقَسِّمُ | قَسِّمْ | Membagi |
| وَزَّعَ | يُوَزِّعُ | وَزِّعْ | Membagikan |
| اِسْتَيْقَظَ | يَسْتَيْقِظُ | اِسْتَيْقِظْ | Bangun Tidur |
| أَقَامَ | يُقِيْمُ | أَقِمْ | Mendirikan |
Penguasaan kosakata ini akan membantu kita dalam memahami perintah-perintah agama. Misalnya, kata qara’a (membaca) merupakan perintah pertama yang Allah ﷻ turunkan kepada Nabi ﷺ melalui wahyu pertama. Allah ﷻ berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. (QS. Al-’Alaq: 1).
Penerapan Kosakata dalam Kalimat (Jumlah)
Setelah menghafal kosakata, kita perlu melihat bagaimana kata-kata tersebut menyatu dalam sebuah kalimat sempurna. Hal ini bertujuan agar kita memahami perubahan bentuk kata kerja sesuai dengan subjek atau pelakunya. Berikut adalah beberapa contoh penerapannya:
- تَقْرَأُ زَيْنَبُ الدَّرْسَ بَعْدَ الْعِشَاءِ
Zainab membaca pelajaran seusai shalat Isya.
- قَسَّمْتُ الْعَمَلَ لِهَذَا الْيَوْمِ
Saya telah membagi pekerjaan untuk hari ini.
- وَزِّعْ هَذِهِ الْأَطْعِمَةَ إِلَى ثَلَاثَةِ أَنْفَرٍ
Bagilah makanan ini untuk tiga orang.
- اِسْتَيْقَظْتُ مِنَ النَّوْمِ مُبَكِّرًا
Saya bangun sangat pagi.
- أَقَامَ الْمُدِيْرُ الْمَعْهَدَ رَغْبَةً فِي مَرْضَاةِ اللهِ
Kepala sekolah mendirikan pesantren karena mengharap ridha Allah.
Pentingnya Menjaga Niat dalam Belajar
Setiap langkah dalam menuntut ilmu, termasuk belajar bahasa Arab, harus kita landasi dengan niat yang ikhlas karena Allah ﷻ. Jika seseorang meniatkan belajarnya untuk memahami agama, maka Allah ﷻ akan memudahkannya menuju surga. Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim no. 2699).
Oleh karena itu, mari kita terus konsisten menambah hafalan kosakata sedikit demi sedikit setiap harinya. Semoga Allah ﷻ memberkahi setiap usaha kita dalam memahami bahasa Al-Qur’an ini. Akhirnya, kami berharap materi ini memberikan manfaat yang luas bagi para santri maupun masyarakat umum yang sedang belajar.

