Menjaga Diri dari Dosa di Bulan Haram
Khutbah Pertama
الحمد لله الذي عظّم الأزمنة والأمكنة بحكمته، وجعل من عباده من يتعظ ويزداد تقوى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، ﷺ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan adalah penjaga diri dari kebinasaan dan penuntun menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Allah ﷻ telah menjadikan sebagian waktu lebih mulia daripada waktu yang lain. Di antara waktu yang dimuliakan itu adalah bulan-bulan haram, yang jumlahnya ada empat. Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.” (At-Taubah: 36)
Ayat ini mengandung peringatan yang sangat tegas agar tidak melakukan kezaliman, terutama kezaliman terhadap diri sendiri berupa dosa dan maksiat, pada bulan-bulan haram.
Makna Menjaga Diri dari Dosa
Menjaga diri dari dosa berarti menahan lisan, pandangan, pendengaran, hati, dan seluruh anggota badan dari perbuatan yang dimurkai Allah ﷻ. Dosa sekecil apa pun tetaplah dosa, terlebih jika dilakukan pada waktu yang dimuliakan.
Allah ﷻ berfirman:
وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ
“Tinggalkanlah dosa yang tampak maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.” (Al-An‘am: 120)
Ayat ini menunjukkan bahwa dosa bukan hanya yang terlihat oleh manusia, tetapi juga dosa hati dan niat yang tersembunyi.
Dosa dan Dampaknya bagi Kehidupan
Dosa membawa kegelapan hati, sempitnya rezeki, dan hilangnya keberkahan hidup. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih riwayat Abu Hurairah رضي الله عنه:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ
“Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan suatu dosa, akan dititikkan satu titik hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, berhenti, dan beristighfar, maka hatinya akan dibersihkan kembali.” (HR. Tirmidzi, shahih menurut Al-Albani)
Karena itu, menjaga diri dari dosa di bulan haram adalah bentuk penghormatan terhadap waktu yang dimuliakan Allah ﷻ sekaligus penyelamatan diri dari kebinasaan.
Penutup Khutbah Pertama
Bulan haram adalah kesempatan emas untuk menahan diri dari maksiat, memperbanyak taubat, dan memperbaiki amal. Barang siapa menjaga dirinya di waktu yang dimuliakan Allah ﷻ, maka Allah ﷻ akan menjaganya di dunia dan akhirat.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئة، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، ﷺ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Sesungguhnya keselamatan seorang hamba sangat bergantung pada kemampuannya menjaga diri dari dosa. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih riwayat Abu Hurairah رضي الله عنه:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menjaga diri dari dosa dimulai dari perkara yang sering diremehkan: lisan, pandangan, dan pergaulan.
Marilah jadikan bulan haram ini sebagai waktu untuk memperbanyak istighfar, menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, dan meninggalkan kebiasaan maksiat. Semoga Allah ﷻ menerima taubat kita dan menjaga kita dari perbuatan yang dibenci-Nya.
اللهم احفظنا من المعاصي ما ظهر منها وما بطن، وثبتنا على طاعتك، واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran agar kalian mengambil pelajaran.” (An-Nahl: 90)
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


