Hadits

Berbakti kepada Orang Tua di Bulan Penuh Berkah

Momen Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan bakti kita kepada orang tua. Selain fokus pada ibadah puasa, memuliakan ayah dan ibu menjadi pintu utama menuju ridha Allah ﷻ. Tanpa adanya bakti kepada mereka, seseorang terancam merugi meskipun ia berada di bulan yang penuh dengan ampunan.


Hadits Tentang Kerugian Melewatkan Bakti

Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه mengenai peringatan keras bagi mereka yang mengabaikan orang tua:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka. Beliau ditanya: Siapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya dalam usia lanjut, salah satu atau keduanya, namun ia tidak masuk surga (karena tidak berbakti kepada keduanya). (HR. Muslim No. 2551)


Perintah Allah ﷻ untuk Berbuat Baik

Selanjutnya, Allah ﷻ menempatkan perintah berbakti kepada orang tua tepat setelah perintah mentauhidkan-Nya. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. (QS. Al-Isra’: 23)

Oleh karena itu, setiap muslim wajib menjaga perasaan orang tua dengan tutur kata yang sangat lembut. Apalagi saat bulan Ramadhan, memberikan perhatian ekstra kepada mereka akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Mencari Ridha Allah ﷻ Melalui Orang Tua

Kemudian, kita perlu menyadari bahwa kesuksesan hidup kita sangat bergantung pada restu dari ayah dan ibu. Rasulullah ﷺ menekankan prinsip ini agar setiap anak senantiasa mencari kerelaan hati orang tuanya. Beliau bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ

Dari Abdullah bin Amr رضي الله عنهما, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Ridha Tuhan itu tergantung pada ridha orang tua, dan murka Tuhan itu tergantung pada murka orang tua. (HR. Tirmidzi No. 1899, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3507)

Lalu, hubungan ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan orang tua dalam syariat Islam. Jadi, melayani mereka di bulan suci bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan ibadah yang sangat mendasar.

Cara Menggapai Keberkahan Bakti

Pada akhirnya, kita bisa memulainya dengan menyediakan hidangan buka puasa atau menemani mereka beribadah. Di samping itu, mendoakan kebaikan bagi mereka di waktu-waktu mustajab akan membuka pintu rahmat yang lebih luas. Sebaliknya, sikap acuh tak acuh kepada orang tua hanya akan menjauhkan kita dari keberkahan Ramadhan. Dengan demikian, mari kita jadikan bulan ini sebagai momentum untuk meraih surga melalui pengabdian tulus kepada orang tua.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger