Adab Bertetangga yang Baik Menurut Sunnah
Hubungan harmonis dengan orang sekitar rumah merupakan bagian tak terpisahkan dari keimanan seorang muslim. Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap adab bertetangga agar tercipta lingkungan yang damai. Tanpa adanya sikap saling menghargai, kehidupan bermasyarakat akan penuh dengan perselisihan yang merugikan semua pihak.
Hadits Tentang Kewajiban Memuliakan Tetangga
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه mengenai kaitan antara iman dan adab kepada tetangga:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. (HR. Bukhari No. 6019 dan Muslim No. 47)
Perintah Berbuat Baik dalam Al-Quran
Selain melalui lisan Rasulullah ﷺ, Allah ﷻ juga memberikan instruksi langsung untuk memperhatikan hak-hak tetangga. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. (QS. An-Nisa: 36)
Oleh karena itu, membantu tetangga saat mereka membutuhkan merupakan salah satu bentuk ibadah yang mulia. Selanjutnya, ayat ini menunjukkan bahwa jangkauan kebaikan seorang muslim harus menyentuh orang-orang yang tinggal di sekitarnya.
Larangan Menyakiti Tetangga
Di sisi lain, seorang muslim harus sangat berhati-hati agar tidak mengganggu ketenangan orang lain. Hal ini karena tindakan menyakiti tetangga dapat menghalangi seseorang masuk ke dalam surga. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat serius melalui sabda beliau:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya. (HR. Muslim No. 46)
Kemudian, hadits ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga sikap dan ucapan dalam pergaulan sehari-hari. Jadi, rasa aman bagi tetangga adalah syarat penting bagi kesempurnaan iman kita.
Tips Sederhana Menjaga Hubungan Baik
Pada akhirnya, kita bisa memulai kebaikan dari hal-hal kecil seperti berbagi makanan atau sekadar memberi salam. Di samping itu, menjenguk tetangga yang sedang sakit akan mempererat tali persaudaraan di lingkungan rumah. Sebaliknya, menutup diri secara berlebihan bisa menimbulkan kesalahpahaman yang tidak perlu. Dengan demikian, mari kita hiasi lingkungan tempat tinggal kita dengan akhlak yang luhur sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

