Fiqih

Rukun, Wajib, dan Sunnah Shalat

Kedudukan Rukun dan Wajib Shalat

Shalat merupakan ibadah yang paling agung dalam Islam. Agar shalat diterima oleh Allah ﷻ, seorang muslim harus memahami bagian-bagian shalat yang termasuk rukun, wajib, dan sunnah.
Rukun shalat tidak boleh ditinggalkan sama sekali, sedangkan wajib shalat jika ditinggalkan karena lupa harus diganti dengan sujud sahwi. Adapun sunnah shalat akan menambah kesempurnaan ibadah.

Allah ﷻ berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (Thaha: 14)


Rukun Shalat

Rukun shalat adalah bagian-bagian utama yang menentukan sahnya shalat. Jika satu rukun ditinggalkan, maka shalat tidak sah. Para ulama menyebutkan tiga belas rukun shalat berdasarkan dalil-dalil shahih dari Al-Qur’an dan Sunnah.

1. Berdiri bagi yang mampu

Berdiri adalah rukun bagi orang yang mampu melakukannya, sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Berdirilah untuk Allah (dalam shalat) dengan khusyuk.” (Al-Baqarah: 238)

2. Takbiratul Ihram

Rasulullah ﷺ bersabda dari sahabat Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه:

مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Kunci shalat adalah bersuci, pengharamannya (memulai shalat) dengan takbir, dan penghalalnya (mengakhiri shalat) dengan salam.” (HR. Abu Dawud no. 61, At-Tirmidzi no. 3, dishahihkan Al-Albani)

3. Membaca Surah Al-Fatihah

Rasulullah ﷺ bersabda dari sahabat Ubadah bin Ash-Shamit رضي الله عنه:

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah).” (HR. Al-Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394)

4. Rukuk dengan tuma’ninah

5. I’tidal (bangun dari rukuk) dengan tuma’ninah

6. Sujud dengan tuma’ninah

7. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

8. Tasyahhud akhir

9. Duduk untuk tasyahhud akhir

10. Membaca shalawat atas Nabi ﷺ pada tasyahhud akhir

11. Salam

12. Tertib (berurutan dalam pelaksanaan rukun)

13. Tuma’ninah pada setiap gerakan

Semua rukun ini wajib dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ kepada orang yang shalatnya tergesa-gesa (hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه, HR. Al-Bukhari no. 757 dan Muslim no. 397).


Wajib Shalat

Wajib shalat adalah bagian yang jika ditinggalkan karena lupa, dapat diganti dengan sujud sahwi, tetapi jika ditinggalkan dengan sengaja, maka shalatnya batal.

Tujuh Wajib Shalat

  1. Semua takbir selain takbiratul ihram.

  2. Membaca surat selain Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua shalat fardhu.

  3. Mengucapkan سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ bagi imam dan orang yang shalat sendiri.

  4. Mengucapkan رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ oleh seluruh makmum dan imam.

  5. Membaca سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ saat rukuk.

  6. Membaca سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى saat sujud.

  7. Membaca doa di antara dua sujud, seperti رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي.

Dalil tentang zikir dalam rukuk dan sujud adalah sabda Rasulullah ﷺ dari sahabat Hudzaifah رضي الله عنه:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ، وَفِي سُجُودِهِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى

“Rasulullah ﷺ membaca dalam rukuknya: ‘Subhana Rabbiyal ‘Azhim’ dan dalam sujudnya: ‘Subhana Rabbiyal A’la.’” (HR. Muslim no. 772)


Sunnah Shalat

Sunnah shalat adalah amalan tambahan yang dianjurkan dalam shalat, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Meninggalkannya tidak membatalkan shalat, namun mengurangi kesempurnaan pahala.

Contoh Sunnah dalam Shalat

  1. Mengangkat tangan saat takbiratul ihram, sebelum rukuk, dan ketika bangun dari rukuk.

  2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada.

  3. Membaca doa istiftah di awal shalat, seperti:اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
    “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.” (HR. Al-Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598)

  4. Membaca surat setelah Al-Fatihah.

  5. Mengucapkan doa setelah tasyahhud akhir sebelum salam.


Hikmah Dibedakannya Rukun, Wajib, dan Sunnah

  • Menunjukkan kesempurnaan dan keindahan syariat Islam.

  • Memudahkan umat dalam beribadah sesuai kemampuan.

  • Mendidik seorang muslim untuk memahami prioritas dalam ibadah.

  • Menjaga agar shalat tetap sah sekaligus bernilai tinggi di sisi Allah ﷻ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger