Manasik Haji dan Umrah
Panduan Praktis Menuju Baitullah
Memahami manasik haji dan umrah menjadi persiapan paling krusial bagi setiap calon tamu Allah ﷻ. Ibadah ini memerlukan ketelitian dalam setiap gerakannya agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Melalui artikel ini, Ana akan menguraikan langkah-langkah manasik secara sistematis agar ibadah Antum semua menjadi mabrur dan diterima oleh Allah ﷻ.
Urutan Manasik Umrah
Ibadah umrah sering kita sebut sebagai haji kecil karena memiliki beberapa rangkaian yang serupa dengan haji. Namun, umrah hanya terdiri dari empat rangkaian utama yang dapat kita selesaikan dalam waktu singkat. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Ihram dari Miqat
Jamaah memulai ibadah dengan mandi sunnah dan mengenakan pakaian ihram di miqat yang telah ditentukan. Setelah itu, kita menanamkan niat umrah dalam hati dan mulai mengumandangkan talbih secara terus-menerus.
2. Tawaf Mengelilingi Ka’bah
Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melakukan tawaf sebanyak tujuh kali putaran. Gerakan ini bermula dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri kita.
3. Sa’i antara Shafa dan Marwah
Kemudian, kita melakukan sa’i dengan berjalan kaki dari bukit Shafa menuju bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Hal ini mengikuti jejak perjuangan Siti Hajar dalam mencari sumber air untuk Nabi Ismail.
4. Tahallul
Langkah terakhir dalam umrah adalah mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki, mencukur habis rambut (gundul) lebih utama sebagaimana doa khusus dari Nabi ﷺ.
Ibnu Umar رضي الله عنهما meriwayatkan doa beliau ﷺ:
اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَالْمُقَصِّرِينَ
Abdullah bin Umar رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ berdoa: Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur gundul rambutnya. Para sahabat bertanya: Bagaimana dengan yang memotong pendek, wahai Rasulullah? Beliau kembali berdoa: Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur gundul rambutnya. Para sahabat bertanya lagi: Bagaimana dengan yang memotong pendek? Beliau akhirnya menjawab: Dan juga bagi yang memotong pendek (HR. Bukhari dan Muslim).
Rangkaian Utama Manasik Haji
Ibadah haji memiliki proses yang lebih panjang karena mencakup bermalam di beberapa tempat suci. Jamaah wajib mengikuti urutan waktu yang telah Allah ﷻ tentukan pada bulan Dzulhijjah.
1. Wukuf di Arafah
Inilah puncak dari segala rangkaian haji yang berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijjah. Seluruh jamaah berkumpul di padang Arafah untuk berdzikir, berdoa, dan memohon ampunan sejak matahari tergelincir hingga terbenam.
2. Mabit di Muzdalifah dan Mina
Setelah dari Arafah, kita bermalam sejenak di Muzdalifah untuk mengambil kerikil. Selanjutnya, jamaah menuju Mina untuk menginap (mabit) selama hari-hari Tasyriq guna melempar Jumrah.
3. Melempar Jumrah
Aktivitas ini merupakan simbol perlawanan terhadap godaan setan. Jamaah melemparkan tujuh kerikil pada tiang-tiang yang tersedia sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Jabir bin Abdullah رضي الله عنه menceritakan waktu melempar jumrah Nabi ﷺ:
رَمَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَمْرَةَ يَوْمَ النَّحْرِ ضُحًى وَأَمَّا بَعْدَ ذَلِكَ فَإِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ
Jabir bin Abdullah رضي الله عنه menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ melempar jumrah pada hari nahr (10 Dzulhijjah) di waktu dhuha, sedangkan setelah itu (hari tasyriq) beliau melempar ketika matahari telah tergelincir (HR. Muslim).
Pentingnya Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ
Setiap jamaah harus berusaha keras agar seluruh gerakan manasiknya mencontoh persis apa yang Nabi ﷺ lakukan. Beliau ﷺ memberikan pesan tegas agar umatnya mengambil tata cara ibadah haji langsung dari teladan beliau ﷺ.
Jabir bin Abdullah رضي الله عنه berkata:
رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْمِي عَلَى رَاحِلَتِهِ يَوْمَ النَّحْرِ وَيَقُولُ لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّي لَا أَدْرِي لَعَلِّي لَا أَحُجُّ بَعْدَ حَجَّتِي هَذِهِ
Jabir bin Abdullah رضي الله عنه berkata: Aku melihat Nabi ﷺ melempar jumrah di atas kendaraannya pada hari nahr sambil bersabda: Ambillah manasik kalian dariku, karena sesungguhnya aku tidak tahu, mungkin saja aku tidak akan berhaji lagi setelah hajiku ini (HR. Muslim).
Sebagai kesimpulan, pelajari manasik dengan teliti sebelum berangkat ke tanah suci. Semoga Allah ﷻ memudahkan perjalanan Antum semua dan memberikan ganjaran surga bagi haji yang mabrur.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


