Sifat Ilmu dan Hikmah Allah ﷻ
Mengenal kesempurnaan Allah ﷻ menuntut kita untuk memahami dua sifat agung, yaitu Ilmu dan Hikmah. Allah ﷻ memiliki pengetahuan yang tidak terbatas serta kebijaksanaan yang sangat mendalam dalam setiap ketetapan-Nya. Dengan memahami kedua sifat ini, seorang hamba akan memiliki hati yang lebih tenang dalam menghadapi segala peristiwa kehidupan.
Keluasan Ilmu Allah yang Meliputi Segalanya
Allah ﷻ mengetahui segala sesuatu secara mendalam, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Pengetahuan-Nya meliputi apa yang telah terjadi, apa yang sedang berlangsung, dan apa yang akan terjadi di masa depan. Bahkan, Allah ﷻ mengetahui hal-hal yang tidak terjadi, seandainya itu terjadi, bagaimana cara terjadinya.
Allah ﷻ menegaskan keluasan ilmu-Nya dalam Al-Qur’an:
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Al-An’am: 59)
Selanjutnya, Rasulullah ﷺ juga sering mengajarkan para sahabat untuk berlindung dan meminta pilihan terbaik melalui ilmu Allah. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu manusia sangatlah kecil jika kita bandingkan dengan ilmu Sang Pencipta.
Kesempurnaan Hikmah dalam Setiap Ketetapan
Selain memiliki ilmu, Allah ﷻ adalah Al-Hakim, yaitu Dzat yang Maha Bijaksana. Sifat hikmah berarti Allah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya yang tepat dan sesuai dengan tujuan yang terpuji. Tidak ada satu pun ciptaan atau syariat Allah yang sia-sia tanpa maksud tertentu.
Allah ﷻ berfirman mengenai sifat hikmah-Nya:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ
Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (QS. At-Tin: 8)
Karena hikmah-Nya yang sempurna, terkadang kita sebagai manusia tidak mampu memahami alasan di balik suatu musibah atau ketentuan. Namun, seorang mukmin harus yakin bahwa di balik setiap takdir terdapat kebaikan yang besar. Kesadaran ini akan menghindarkan kita dari sikap berprasangka buruk kepada Allah ﷻ.
Dalil Hadits Tentang Ilmu Allah Atas Takdir
Setiap hamba perlu meyakini bahwa Allah telah mengetahui nasib setiap makhluk sebelum mereka diciptakan. Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Allah telah mencatat takdir-takdir setiap makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jangka waktu lima puluh ribu tahun. (HR. Muslim no. 2653).
Melalui hadits ini, Abdullah bin Amr bin al-Ash رضي الله عنهما menyampaikan bahwa ilmu Allah mendahului segala keberadaan makhluk. Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa khawatir berlebihan terhadap hari esok karena semuanya berada dalam genggaman ilmu dan hikmah-Nya.
Kesimpulan
Sifat Ilmu dan Hikmah Allah ﷻ memberikan pelajaran bahwa kita harus senantiasa merasa diawasi. Di samping itu, kita wajib berserah diri kepada keputusan Allah karena Dia paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Keyakinan yang kuat pada kedua sifat ini akan melahirkan sifat tawakal dan ridha dalam setiap keadaan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


