Iman kepada Para Rasul
Mengenal pembawa risalah kebenaran merupakan bagian tak terpisahkan dari fondasi akidah Islam. Allah ﷻ mengutus para Rasul sebagai perantara antara diri-Nya dengan makhluk untuk menyampaikan petunjuk yang lurus. Mengimani para Rasul merupakan rukun iman keempat yang wajib setiap muslim yakini dengan penuh ketulusan.
Makna dan Hakikat Iman kepada Para Rasul
Beriman kepada para Rasul berarti meyakini bahwa Allah ﷻ benar-benar memilih manusia-manusia terbaik sebagai utusan-Nya. Mereka adalah hamba Allah yang terjaga (ma’shum) dalam menyampaikan wahyu dan memiliki sifat-sifat mulia yang patut kita teladani. Tujuan utama pengutusan mereka adalah mengajak manusia menyembah Allah semata dan menjauhi thaghut.
Selanjutnya, kita harus mengimani seluruh Rasul tanpa membeda-bedakan kebenaran ajaran tauhid mereka. Allah ﷻ berfirman mengenai kewajiban ini:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ
Rasul (Muhammad) telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 285)
Tugas Mulia Para Utusan Allah ﷻ
Para Rasul memikul tanggung jawab yang sangat berat dalam membimbing umatnya menuju keselamatan dunia dan akhirat. Mereka memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang taat dan memberikan peringatan keras bagi mereka yang ingkar. Tanpa kehadiran para Rasul, manusia akan tersesat dalam kegelapan syirik dan kebodohan.
Oleh karena itu, Allah ﷻ memberikan mukjizat kepada setiap Rasul sebagai bukti nyata atas kebenaran risalah mereka. Allah ﷻ berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS. An-Nahl: 36)
Keutamaan Nabi Muhammad ﷺ sebagai Penutup Para Nabi
Meskipun kita mengimani semua Rasul, kita wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para Nabi (Khatamun Nabiyyin). Tidak ada Nabi atau Rasul lagi setelah beliau hingga hari kiamat tiba. Syariat beliau menyempurnakan seluruh ajaran terdahulu dan berlaku untuk seluruh umat manusia.
Rasulullah ﷺ menjelaskan kedudukan istimewa beliau dalam sebuah perumpamaan yang indah. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلاَّ وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ
Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sebelumku adalah seperti seorang laki-laki yang membangun sebuah bangunan, lalu ia memperbagus dan mempercantiknya kecuali satu tempat untuk satu bata di salah satu sudutnya. Maka orang-orang pun mengelilinginya dan merasa kagum seraya berkata: “Mengapa batu bata ini tidak dipasang?” Beliau bersabda: “Akulah batu bata itu dan aku adalah penutup para nabi”. (HR. Bukhari no. 3535 dan Muslim no. 2286, Abu Hurairah meriwayatkan hadits ini sebagai penegasan kesempurnaan risalah Nabi ﷺ).
Hikmah Mengimani Para Rasul
Keimanan ini menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada para utusan Allah ﷻ yang telah berkorban demi tegaknya tauhid. Kita memiliki teladan nyata dalam menjalankan ketaatan dan kesabaran melalui kisah perjuangan mereka. Selain itu, mengikuti sunnah Nabi ﷺ merupakan bukti cinta kita yang paling jujur kepada Allah ﷻ.
Akhirnya, mari kita senantiasa mempelajari sirah dan hadits-hadits Nabi ﷺ agar hidup kita lebih terarah. Mengikuti jejak para Rasul adalah satu-satunya jalan menuju kemuliaan sejati. Semoga Allah ﷻ mengumpulkan kita bersama para Rasul di surga-Nya kelak.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


