Al-Quran

Larangan Riba dalam Al-Qur’an

Menghindari Jerat Kebinasaan Ekonomi

Riba merupakan salah satu dosa besar yang mendapatkan peringatan sangat keras dalam syariat Islam. Di samping itu, praktik ini dapat merusak tatanan keadilan sosial serta menghancurkan keberkahan harta seorang Muslim. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan tuntunan yang sangat tegas agar setiap Mukmin menjauhi segala bentuk transaksi ribawi.

Ketegasan Al-Qur’an dalam Melarang Riba

Secara mendasar, Allah ﷻ membedakan dengan jelas antara aktivitas jual beli yang halal dengan praktik riba yang haram. Selain itu, Allah ﷻ akan memusnahkan keberkahan dari harta riba dan sebaliknya akan menyuburkan harta yang melalui sedekah. Maka dari itu, meninggalkan riba menjadi bukti nyata dari ketakwaan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al-Baqarah: 275)

Ancaman Perang dari Allah ﷻ dan Rasul-Nya

Selanjutnya, kita harus sangat waspada karena pelaku riba secara terang-terangan menantang Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ dalam peperangan. Tentu saja, tidak ada satu pun manusia yang mampu memenangkan peperangan melawan Sang Penguasa Alam Semesta. Di samping itu, ancaman ini menunjukkan betapa kejinya praktik pengambilan bunga yang memberatkan orang lain.

Allah ﷻ mengingatkan hal tersebut melalui firman-Nya:

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS. Al-Baqarah: 279)

Riba sebagai Salah Satu Dosa yang Membinasakan

Bukan hanya dalam Al-Qur’an, namun Rasulullah ﷺ juga memasukkan riba ke dalam tujuh dosa besar yang sangat membinasakan. Beliau ﷺ melaknat semua pihak yang terlibat dalam transaksi ini, mulai dari pemakan riba hingga saksi-saksinya. Oleh sebab itu, menjauhi riba merupakan kewajiban mutlak bagi siapa saja yang mengharapkan keselamatan di dunia dan akhirat.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنه, beliau berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Rasulullah ﷺ melaknat pemakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan kedua saksinya. Beliau bersabda: Mereka semua itu sama. (HR. Muslim).

Bahaya Kerusakan Harta Akibat Riba

Supaya kita tetap terjaga dalam keberkahan, maka kita perlu menyadari bahwa harta riba tidak akan pernah memberikan kebahagiaan sejati. Walaupun secara lahiriah harta tersebut terlihat bertambah banyak, namun pada hakikatnya Allah ﷻ mencabut ketenangan di dalamnya. Tentu saja, seorang Mukmin sejati lebih memilih harta yang sedikit namun halal daripada berlimpah namun haram.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلَّا كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ

Tidak ada seorang pun yang memperbanyak hartanya dari riba, melainkan akhir urusannya akan berujung pada kekurangan. (HR. Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’ No. 5518).

Kesimpulan

Pada akhirnya, meninggalkan riba adalah jalan utama untuk meraih keberkahan hidup dan kelapangan rezeki yang halal. Melalui kepatuhan terhadap larangan Allah ﷻ, maka sistem ekonomi umat akan tumbuh dengan lebih sehat dan adil. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memohon perlindungan agar terhindar dari jerat riba yang merusak ini.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger