Kosakata

Panduan Belajar Kata Kerja Bahasa Arab (Bagian 7)

Mempelajari kosakata bahasa Arab secara rutin akan sangat membantu Anda dalam memahami teks-teks keislaman. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan lima kata kerja penting atau fi’il yang sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Selain daftar kata, kami sertakan pula contoh penggunaannya agar Anda lebih mudah mempraktikkannya.

Daftar Kosakata Fi’il Pilihan

Berikut adalah beberapa kata kerja yang dapat Anda pelajari dan hafalkan:

  1. نَالَ – يَنَالُ: Dapat, mendapat, atau memperoleh.

  2. حَضَرَ – يَحْضُرُ – اُحْضُرْ: Datang atau tiba.

  3. سَمِعَ – يَسْمَعُ – اِسْمَعْ: Dengar atau mendengar.

  4. سَكَتَ – يَسْكُتُ – اُسْكُتْ: Diam.

  5. بَنَى – يَبْنِي – اِبْنِ: Dirikan atau mendirikan.

Penerapan Kosakata dalam Kalimat

Agar lebih memahami konteksnya, silakan perhatikan contoh penggunaan kosakata tersebut dalam kalimat berikut ini:

  • لَنْ يَنَالَ اللهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya (Al-Hajj: 37).

  • اُحْضُرِي فِي تِلْكَ النَّدْوَةِ Hadirilah acara seminar itu.

  • يَسْمَعُ أَحْمَدُ قِرَائَةَ الْقُرْآنِ لِصَاحِبِهِ Ahmad mendengar bacaan Al-Qur’an sahabatnya.

  • سَكَتَ يَزِيْدُ بَعْدَ أَنْ غُضِبَ Yazid terdiam seusai dimarahi.

  • يَبْنِي بَنَّاءُ الْبَيْتَ مُنْذُ الشَّهْرِ Seorang tukang bangunan membangun rumah sejak sebulan yang lalu.

Keutamaan Mendengar dan Diam dalam Islam

Kata kerja sami’a (mendengar) dan sakata (diam) memiliki kedudukan penting dalam adab seorang muslim. Rasulullah ﷺ memberikan panduan agar kita menggunakan lisan untuk kebaikan atau lebih baik memilih diam.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau diam (HR. Bukhari nomor 6018 dan Muslim nomor 47).

Selain itu, membangun masjid atau tempat ibadah juga merupakan amal jariyah yang besar pahalanya. Rasulullah ﷺ memotivasi umatnya untuk mendirikan bangunan yang bermanfaat bagi dakwah.

Dari Utsman bin Affan رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa di surga (HR. Muslim nomor 533).

Melalui pemahaman kosakata di atas, kita tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga meresapi nilai-nilai luhur dalam syariat. Semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi proses belajar Anda.

 Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger