Khutbah Jumat

Memaksimalkan Hari-Hari Emas di Awal Dzulhijjah

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah ﷻ yang senantiasa melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua. Selanjutnya, marilah kita meningkatkan kualitas takwa dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hari ini kita telah memasuki hari kelima di bulan Dzulhijjah yang sangat mulia ini. Perlu ana sampaikan bahwa kita sedang berada di dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang merupakan hari-hari emas sepanjang tahun. Oleh karena itu, kita harus mengencangkan ikat pinggang untuk memaksimalkan ibadah di waktu yang sangat terbatas ini. Seringkali sebagian kaum muslimin melalaikan hari-hari berharga ini karena mereka lebih fokus pada persiapan fisik menjelang Idul Adha semata.

Kedudukan Istimewa Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah

Allah ﷻ memberikan keistimewaan yang luar biasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dibandingkan hari-hari lainnya. Bahkan, Allah ﷻ bersumpah demi malam-malam yang sepuluh ini di dalam Al-Qur’an sebagai isyarat akan keagungannya. Amal shalih yang kita kerjakan pada waktu-waktu ini memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar di sisi Allah ﷻ. Oleh sebab itu, melewatkan hari-hari emas ini tanpa diiringi peningkatan ibadah merupakan kerugian yang sangat nyata.

Allah ﷻ menegaskan keutamaan waktu ini melalui firman-Nya:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar, dan malam yang sepuluh (QS. Al-Fajr: 1-2).

Maka dari itu, marilah kita isi sisa hari yang ada ini dengan memperbanyak pendekatan diri kepada Sang Pencipta. Kita tentu menginginkan catatan amal kita penuh dengan kebaikan di bulan yang suci ini.

Amalan Utama yang Sangat Dianjurkan

Selanjutnya, kita harus mengetahui jenis amalan apa saja yang bisa kita maksimalkan selama hari-hari emas ini. Salah satu amalan yang sangat utama adalah memperbanyak dzikir berupa tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir di mana pun kita berada. Selain itu, ibadah puasa sunnah dari hari pertama hingga hari kesembilan juga sangat dianjurkan bagi kita yang tidak sedang berhaji. Terutama puasa Arafah pada tanggal sembilan Dzulhijjah nanti memiliki keutamaan menghapus dosa selama dua tahun.

Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan penjelasan Rasulullah ﷺ tentang betapa dicintainya amal shalih pada waktu ini:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ – يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ – قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Nabi ﷺ menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali membawa sesuatu pun” (HR. Bukhari).

Oleh sebab itu, marilah kita basahi lisan kita dengan takbiran di sepanjang hari-hari ini sebagai syiar Islam. Maka dari itu, kurangilah aktivitas duniawi yang kurang bermanfaat agar fokus kita tidak terpecah.

Menyiapkan Kurban Terbaik dengan Ikhlas

Kemudian, puncak dari rangkaian hari-hari emas ini adalah pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Bagi kita yang memiliki keluasan rezeki, berkurban merupakan bukti nyata dari ketakwaan hati kita kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, siapkanlah hewan kurban yang terbaik dan paling sempurna fisiknya sesuai dengan kemampuan kita. Ibadah kurban ini mengajarkan kita tentang arti keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama manusia yang membutuhkan.

Ingatlah bahwa esensi utama dari kurban yang kita lakukan adalah ketulusan niat di dalam batin kita masing-masing. Oleh sebab itu, bersihkanlah niat dari keinginan untuk mendapatkan pujian atau sanjungan dari masyarakat sekitar. Semoga Allah ﷻ memudahkan jalan bagi kita semua untuk dapat menunaikan kurban pada tahun ini dengan penuh berkah. Akhirnya, marilah kita manfaatkan sisa waktu yang sangat singkat ini sebelum hari raya tiba dengan sebaik-baiknya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, marilah kita jadikan sisa hari di awal Dzulhijjah ini sebagai ladang amal yang produktif. Janganlah kita biarkan momentum emas yang datang setahun sekali ini berlalu begitu saja tanpa makna. Selanjutnya, marilah kita perkuat doa agar Allah ﷻ senantiasa menetapkan hati kita di atas keimanan dan ketaatan yang kokoh. Oleh karena itu, mari kita saling mengajak anggota keluarga kita untuk menghidupkan malam-malam ini dengan shalat malam dan membaca Al-Qur’an.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah yang Maha Pengasih.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ Lِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا أَعْمَالَنَا، وَبَلِّغْنَا عَرَفَةَ، وَأَعِنَّا عَلَى أَدَاءِ شُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ Lَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَLَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger