Khutbah Jumat

Membangun Keluarga Islami Berlandaskan Takwa

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kepada Allah ﷻ di mana pun kita berada. Selanjutnya, marilah kita bersyukur karena Allah ﷻ masih memberikan hidayah-Nya di akhir bulan Syawal ini. Perlu kita pahami bahwa takwa bukan hanya urusan individu di atas sajadah saja. Akan tetapi, takwa harus menjadi fondasi utama dalam membangun sebuah keluarga. Oleh karena itu, keluarga yang islami adalah keluarga yang menjadikan syariat Allah ﷻ sebagai standar perilakunya. Jika fondasi ini kokoh, maka kebahagiaan dunia dan akhirat akan menaungi seluruh anggota keluarga kita.

Tanggung Jawab Melindungi Keluarga

Di sisi lain, setiap kepala keluarga memikul amanah yang sangat besar dari Allah ﷻ. Kita tidak hanya bertanggung jawab memberikan nafkah lahiriah berupa makanan dan pakaian. Namun, kita memiliki kewajiban utama untuk menyelamatkan istri dan anak-anak dari siksa api neraka. Oleh sebab itu, pembinaan agama di dalam rumah tangga merupakan prioritas yang tidak boleh kita abaikan. Seorang ayah harus menjadi benteng pertama bagi keluarganya dari pengaruh buruk lingkungan.

Allah ﷻ memberikan perintah yang sangat jelas mengenai tanggung jawab ini dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. At-Tahrim: 6).

Maka dari itu, marilah kita periksa kembali kondisi spiritual keluarga kita masing-masing. Apakah shalat mereka sudah terjaga, ataukah kita justru membiarkan mereka dalam kelalaian?

Keteladanan dalam Rumah Tangga

Selanjutnya, membangun keluarga islami memerlukan keteladanan yang nyata dari orang tua. Anak-anak akan lebih mudah mencontoh apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, jika kita ingin anak-anak rajin beribadah, maka kita harus memulai dari diri kita sendiri. Seorang pemimpin rumah tangga yang takwa akan melahirkan suasana rumah yang penuh dengan rahmat dan ketenangan.

Rasulullah ﷺ memberikan gambaran bahwa kebaikan seseorang dapat terlihat dari bagaimana ia memperlakukan keluarganya. Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku (HR. Tirmidzi, Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih At-Tirmidzi).

Oleh sebab itu, marilah kita perbaiki cara berkomunikasi dan pergaulan kita di dalam rumah. Kata-kata yang santun dan perilaku yang mulia merupakan cerminan dari hati yang bertakwa kepada Allah ﷻ.

Menjadikan Rumah sebagai Tempat Ibadah

Kemudian, kita harus memastikan bahwa rumah kita selalu hidup dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dzikir. Jangan sampai rumah kita terasa seperti kuburan karena penghuninya tidak pernah mengerjakan shalat sunnah di dalamnya. Oleh sebab itu, biasakanlah untuk shalat berjamaah atau tilawah bersama anggota keluarga agar keberkahan turun. Pengaruh spiritual yang kuat di rumah akan membuat anggota keluarga merasa nyaman dan terjaga keimanannya.

Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan perintah Nabi ﷺ agar kita menghiasi rumah dengan ibadah:

اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ، وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Jadikanlah sebagian shalat kalian di rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan (HR. Muslim).

Oleh karena itu, marilah kita jadikan sisa bulan Syawal ini sebagai momentum untuk menata ulang visi keluarga kita. Semoga Allah ﷻ menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di bawah naungan takwa.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.


Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, mari kita tingkatkan penjagaan terhadap iman keluarga kita masing-masing. Dunia yang semakin penuh fitnah ini menuntut kita untuk memiliki benteng pertahanan yang kuat di lingkungan rumah tangga. Selanjutnya, marilah kita senantiasa mendoakan anak cucu kita agar tetap istiqamah di atas jalan Islam. Oleh sebab itu, jangan pernah lelah untuk memberikan nasihat yang baik dengan penuh kesabaran dan cinta kasih.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada Allah yang Maha Pemurah agar memberkahi keluarga kita semua.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger