Bekal Ilmu Menuju Ramadhan
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Selanjutnya, marilah kita bersyukur karena saat ini kita berada di penghujung bulan Sya’ban. Perlu kita sadari bahwa kehadiran bulan Ramadhan tinggal menghitung hari saja. Oleh karena itu, kita membutuhkan persiapan yang matang agar ibadah kita tidak sia-sia. Salah satu bekal yang paling utama adalah ilmu agama. Sebab, tanpa ilmu, seseorang bisa saja terjatuh ke dalam kesalahan yang merusak pahala puasanya.
Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal
Di sisi lain, setiap muslim wajib memahami hukum-hukum puasa sebelum menjalankannya. Hal ini bertujuan agar kita bisa membedakan mana yang membatalkan puasa dan mana yang tidak. Selain itu, ilmu membantu kita memahami esensi puasa yang bukan sekadar menahan lapar.
Allah ﷻ memerintahkan kita untuk selalu bertanya jika kita tidak mengetahui suatu perkara. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui (QS. An-Nahl: 43).
Oleh karena itu, marilah kita meluangkan waktu untuk membaca kembali kitab-kitab fiqih puasa. Kita tentu menginginkan puasa yang berkualitas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.
Menjaga Kualitas Pahala Puasa
Selanjutnya, ilmu mengajarkan kita cara menjaga pahala puasa agar tetap utuh. Banyak orang yang berpuasa namun mereka hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja. Hal ini terjadi karena mereka tidak membekali diri dengan ilmu tentang adab-adab berpuasa.
Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya (HR. Bukhari).
Oleh sebab itu, ilmu tentang menjaga lisan dan hati sangatlah krusial. Maka dari itu, marilah kita manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk memperdalam pemahaman agama kita.
Menyusun Target Ibadah yang Jelas
Selain ilmu fiqih, kita juga perlu memiliki target ibadah yang terukur. Ilmu membantu kita menentukan prioritas amalan yang paling dicintai Allah ﷻ. Misalnya, kita bisa merencanakan target khatam Al-Qur’an atau target sedekah harian.
Apalagi Rasulullah ﷺ merupakan sosok yang paling dermawan, terutama saat bulan Ramadhan tiba. Ibnu Abbas رضي الله عنهما menceritakan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
Kesimpulannya, marilah kita persiapkan diri dengan ilmu dan perencanaan yang baik. Semoga dengan bekal tersebut, kita bisa meraih derajat takwa yang sesungguhnya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,
Sebagai ringkasan, marilah kita jadikan sisa waktu di bulan Sya’ban ini untuk belajar. Perlu kita ingat bahwa beramal tanpa ilmu akan berujung pada kesia-siaan. Oleh karena itu, hadirilah majelis-majelis ilmu yang membahas tentang fiqih Ramadhan.
Selanjutnya, marilah kita berdoa agar Allah ﷻ menyampaikan usia kita pada bulan yang mulia tersebut. Oleh sebab itu, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada-Nya.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
اللَّهُمَّ أَعِنَّا فِي رَمَضَانَ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


