Sirah

Hijrah Pertama ke Habasyah: Perjalanan Mempertahankan Iman

Dakwah Islam di Makkah pada masa awal merupakan fase yang penuh dengan ujian. Menginjak tahun kelima kenabian, tekanan dari kaum musyrikin Quraisy terhadap para sahabat Rasulullah ﷺ semakin berat. Untuk melindungi agama dan nyawa para pengikutnya, Rasulullah ﷺ memberikan sebuah arahan yang menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam, yaitu hijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia).


Perintah Rasulullah ﷺ untuk Hijrah

Melihat penderitaan para sahabat yang disiksa dan ditindas, Rasulullah ﷺ menunjukkan kasih sayangnya dengan memberikan solusi. Beliau ﷺ menyarankan para sahabat untuk pergi ke sebuah negeri di mana pemimpinnya dikenal sangat adil.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لو خرجتم إلى أرض الحبشة ، فإن بها ملكا لا يظلم عنده أحد ، وهي أرض صدق ، حتى يجعل الله لكم فرجا مما أنتم فيه

Sekiranya kalian keluar menuju negeri Habasyah, karena sesungguhnya di sana terdapat seorang raja yang tidak ada seorang pun yang dizalimi di sisinya. Negeri itu adalah negeri yang benar, hingga Allah memberikan jalan keluar bagi kalian atas apa yang kalian alami saat ini. (Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Al-Baihaqi, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Fiqhus Sirah).

Para Sahabat yang Berangkat ke Habasyah

Hijrah pertama ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh kaum Quraisy. Rombongan pertama terdiri dari dua belas laki-laki dan empat orang wanita. Di antara mereka terdapat tokoh-tokoh penting seperti Utsman bin Affan رضي الله عنه bersama istrinya, Ruqayyah رضي الله عنها yang merupakan putri Rasulullah ﷺ.

Keberangkatan mereka merupakan pengorbanan yang sangat besar. Mereka meninggalkan tanah kelahiran, harta benda, dan keluarga demi menjaga kemurnian tauhid kepada Allah ﷻ. Mereka menempuh perjalanan menuju pelabuhan Syuaibah untuk kemudian menyeberangi lautan menuju Afrika.

Keadilan Raja Najasyi di Habasyah

Setibanya di Habasyah, para sahabat mendapatkan sambutan yang baik. Raja Habasyah saat itu, yang dikenal dengan gelar Najasyi, adalah seorang penganut Nasrani yang taat dan memiliki prinsip keadilan yang kuat. Sesuai dengan perkataan Rasulullah ﷺ, para sahabat merasakan keamanan dan ketenangan dalam beribadah yang tidak mereka dapatkan di Makkah.

Allah ﷻ berfirman mengenai orang-orang yang berhijrah di jalan-Nya:

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui. (An-Nahl: 41)

Alasan Memilih Habasyah

Pemilihan Habasyah sebagai destinasi hijrah pertama menunjukkan kecerdasan diplomasi dan pandangan jauh ke depan dari Rasulullah ﷺ.

  • Pemimpin yang Adil: Reputasi Raja Najasyi sebagai raja yang tidak menzalimi rakyatnya menjadi jaminan keamanan bagi umat Islam.

  • Negeri yang Aman: Habasyah berada di luar jangkauan pengaruh langsung kaum Quraisy Makkah.

  • Persamaan Dasar Agama: Sebagai penganut kitab suci, terdapat titik temu moral antara ajaran Islam dan keadilan yang dijunjung oleh Najasyi.

Hijrah pertama ke Habasyah ini membuktikan bahwa Islam bukanlah agama yang kaku. Ketika situasi di satu tempat sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan syariat Allah ﷻ, maka mencari tempat yang aman adalah bagian dari perjuangan mempertahankan iman.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger