Kosakata

Panduan Belajar Kata Kerja Bahasa Arab (Bagian 6)

Menguasai kosakata kata kerja atau fi’il merupakan fondasi penting agar kita lancar berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan lima kata kerja harian beserta contoh penggunaannya dalam kalimat yang sederhana. Selain daftar kata, kami juga menyertakan kutipan dalil agar pembelajaran ini semakin berkah.

Daftar Kosakata Fi’il Pilihan

Berikut adalah beberapa kata kerja yang sering kita jumpai dalam aktivitas sehari-hari:

  1. حَكَى – يَحْكِي – اِحْكِ: Cerita atau bercerita.

  2. شَمَّ – يَشُمُّ – لَا تَشُمَّ: Mencium atau menghirup aroma.

  3. غَسَلَ – يَغْسِلُ – اِغْسِلْ: Mencuci.

  4. سَرَقَ – يَسْرِقُ – لَا تَسْرِقْ: Mencuri.

  5. اِسْتَطَاعَ – يَسْتَطِيْعُ: Dapat, bisa, atau sanggup.

Penerapan Kosakata dalam Kalimat

Agar Anda lebih mudah memahami cara penggunaannya, silakan perhatikan contoh kalimat di bawah ini:

  • يَحْكِي أَبِي قَبْلَ نَوْمِي Ayah saya suka bercerita sebelum saya tidur.

  • لَا تَشُمَّ هَذِهِ الْأَطْعِمَةَ فَإِنَّكَ تَصُوْمُ Jangan mencium aroma makanan ini karena kamu sedang puasa.

  • اِغْسِلْ هَذِهِ الْأَطْبَاقَ يَا صَاحِبِي Cucilah piring-piring ini wahai sahabatku.

  • لَا تَسْرِقْ وَإِنْ سَرَقْتَ فَعَلَيْكَ الْعِقَابُ Jangan mencuri dan jika kamu mencuri maka kamu akan mendapatkan hukuman.

  • فَمَنْ يَسْتَطِعْ فَالْيَزْرَعْ هَذِهِ الْمَزْرَعَةَ Barang siapa yang mampu maka hendaklah dia bercocok tanam di ladang ini.

Larangan Mencuri dan Pentingnya Kemampuan

Dalam syariat Islam, menjaga harta orang lain merupakan kewajiban yang sangat tegas. Allah ﷻ melarang tindakan mencuri karena hal tersebut merugikan orang lain dan merusak tatanan sosial.

Dari Aisyah رضي الله عنها, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تُقْطَعُ يَدُ السَّارِقِ إِلَّا فِي رَبْعِ دِينَارٍ فَصَاعِدًا

Tangan pencuri tidak dipotong kecuali pada pencurian seharga seperempat dinar atau lebih (HR. Bukhari nomor 6789 dan Muslim nomor 1684).

Selain itu, Islam juga menekankan pentingnya kemampuan atau kesanggupan dalam beribadah. Misalnya dalam melaksanakan ibadah haji, Allah ﷻ memberikan syarat istitha’ah atau kemampuan. Allah ﷻ berfirman:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah (Ali ‘Imran: 97).

Dengan memahami kosakata ini, kita bisa lebih mudah menyelami makna ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ. Semoga materi bagian keenam ini bermanfaat untuk menambah wawasan bahasa Arab Anda.

Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger