Mengenal Kosakata Kata Kerja Bahasa Arab (Bagian 10)
Memahami kata kerja atau fi’il merupakan kunci utama untuk menguasai percakapan bahasa Arab dengan baik. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lima kosakata penting yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain daftar kata, kami juga menyertakan contoh kalimat agar Anda lebih mudah mempraktikkannya.
Daftar Kosakata Fi’il Pilihan
Berikut adalah beberapa kata kerja yang dapat Anda pelajari dan hafalkan:
-
تَوَجَّهَ – يَتَوَجَّهُ – تَوَجَّهْ: Hadap atau menghadap.
-
حَفِظَ – يَحْفَظُ – اِحْفَظْ: Hafal atau menjaga.
-
كَادَ – يَكَادُ: Hampir.
-
مَسَحَ – يَمْسَحُ – اِمْسَحْ: Hapus atau menghapus.
-
رَجَا – يَرْجُو – لَا تَرْجُ: Harap atau berharap.
Contoh Penerapan dalam Kalimat
Setelah mengetahui artinya, mari kita perhatikan bagaimana kata-kata tersebut digunakan dalam sebuah kalimat:
-
تَوَجَّهْ نَفْسَكَ إِلَى الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ Hadapkan dirimu ke arah kiblat pada saat shalat.
-
تَكَادُ الدَّرَّاجَةُ تَحْطِمُنِي Hampir saja motor itu menabrak saya.
-
تَمْسَحُ الطَّالِبَةُ السَّبُّوْرَةَ قَبْلَ الدِّرَاسَةِ Seorang mahasiswi selalu menghapus papan tulis sebelum belajar.
-
أَرْجُو لِأَنْ تَحْضُرَ يَوْمَ الْأَحَدِ لِلْاِجْتِمَاعِ Saya berharap kamu hadir pada hari Ahad untuk kumpul.
Pelajaran dari Hadits tentang Menjaga Allah ﷻ
Salah satu kata kerja di atas, yaitu hafizha (menjaga), terdapat dalam sebuah wasiat agung Rasulullah ﷺ. Beliau mengajarkan kita untuk menjaga aturan-aturan Allah ﷻ agar kita senantiasa mendapatkan perlindungan-Nya.
Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat; Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan dapati Dia di hadapanmu (HR. Tirmidzi nomor 2516, ia berkata hadits ini Hasan Shahih. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’ nomor 7957).
Wasiat ini memberikan pemahaman bahwa ketaatan kepada Allah ﷻ menjadi kunci keselamatan hamba di dunia dan akhirat. Maka dari itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga batasan-batasan syariat dalam setiap aktivitas.
Harapan Hanya kepada Allah ﷻ
Terakhir, dalam menggunakan kata kerja berharap atau raja’, seorang mukmin hendaknya menyandarkan harapannya hanya kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya (Al-Kahfi: 110).
Semoga dengan mempelajari kosakata ini, pemahaman bahasa Arab dan keimanan kita semakin meningkat.
Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

