Daftar Kosakata Kata Kerja (Bagian 19)
Belajar Kosakata Kata Kerja Bahasa Arab dan Contoh Kalimat (Bagian 19)
Menguasai kosakata kata kerja atau al-af’al merupakan langkah strategis bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman bahasa Arab. Melalui penguasaan mufradat ini, kita dapat menyusun kalimat yang menunjukkan waktu lampau, masa sekarang, hingga kalimat perintah dengan tepat. Oleh karena itu, artikel bagian ke-19 ini akan menyajikan daftar kata kerja pilihan beserta contoh penerapannya dalam percakapan sehari-hari.
Daftar Kosakata Kata Kerja Pilihan (Bagian 19)
Berikut adalah beberapa kata kerja yang sering muncul dalam aktivitas harian, mulai dari kegiatan belajar hingga interaksi sosial:
| Fi’il Madhi | Fi’il Mudhari’ | Fi’il Amr/Nahi | Makna Indonesia |
| صَوَّرَ | يُصَوِّرُ | صَوِّرْ | Melukis, Memotret, Memotokopi |
| نَجَحَ | يَنْجَحُ | انْجَحْ | Lulus, Sukses |
| نَسِيَ | يَنْسَى | لَا تَنْسَ | Lupa |
| لَعِبَ | يَلْعَبُ | الْعَبْ | Bermain |
| تَقَدَّمَ | يَتَقَدَّمُ | تَقَدَّمْ | Maju |
Penerapan Mufradat dalam Struktur Kalimat Sempurna
Agar pemahaman kita semakin mendalam, mari kita perhatikan bagaimana kosakata tersebut masuk ke dalam kalimat utuh. Pasalnya, penggunaan kata dalam konteks kalimat akan memudahkan kita dalam mengingat makna dan pola perubahannya:
-
Memotokopi: صَوِّرْ هَذَا الْكِتَابَ يَا طَالِبُ (Fotokopi buku ini wahai santri)
-
Lulus Ujian: نَجَحَ صَدِيْقِي فِي الِامْتِحَانِ (Teman saya telah lulus ujian)
-
Mengingatkan: لَا تَنْسَوْا أَنَّكُمْ سَتَرْتَحِلُوْنَ بَعْدَ الْأُسْبُوْعِ (Jangan lupa bahwa kalian akan berlibur minggu depan)
-
Bermain: تَلْعَبُ أُخْتِي الصَّغِيْرَةُ أَمَامَ الْبَيْتِ (Adik perempuan saya sedang bermain di depan rumah)
-
Memberi Instruksi: تَقَدَّمُوْا قَلِيْلًا أَيُّهَا الطَّلَبَةُ (Maju sedikit kalian para santri)
Pentingnya Menjaga Waktu dan Kesuksesan dalam Islam
Bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi, namun juga sarana untuk memahami nilai-nilai kehidupan dalam Islam. Misalnya, kata “sukses” atau najah sering kali berkaitan erat dengan kegigihan seorang hamba dalam menuntut ilmu dan beramal shalih. Oleh karena itu, Allah ﷻ menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang-orang yang berilmu serta bertaqwa. Allah ﷻ berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (Al-Mujadilah: 11).
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga senantiasa mengingatkan umatnya agar tidak menjadi hamba yang merugi karena melupakan waktu. Beliau ﷺ mendorong setiap Muslim untuk terus maju dalam kebaikan dan tidak merasa lemah dalam berusaha. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ
Bersungguh-sunggahlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau merasa lemah (HR. Muslim).
Kesimpulan
Ternyata, mempelajari mufradat kata kerja memberikan dampak besar bagi kemajuan kemampuan berbahasa Arab kita secara praktis. Dengan memahami adab dan nilai di balik kata-kata tersebut, kita dapat berkomunikasi dengan lebih santun dan bermakna. Akibatnya, proses belajar ini tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga memperkuat spiritualitas kita sebagai seorang Muslim. Maka dari itu, mari kita istiqamah dalam menambah hafalan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Ustadz Wiladan Risalat, S.Ag (Mudir Pesantren MAQI)

