Daftar Kosakata Kata Kerja (Bagian 17)
Menguasai kosakata kata kerja atau al-af’al merupakan langkah yang sangat strategis bagi siapa pun yang ingin mahir berkomunikasi dalam bahasa Arab. Melalui penguasaan mufradat ini, kita dapat menyusun berbagai kalimat yang menunjukkan waktu lampau, sekarang, hingga kalimat perintah secara tepat. Oleh karena itu, artikel bagian ke-17 ini akan menyajikan daftar kata kerja pilihan beserta contoh penerapannya dalam percakapan sehari-hari agar Bapak semakin lancar.
Daftar Kosakata Kata Kerja Pilihan (Bagian 17)
Berikut merupakan beberapa kata kerja yang sering kita gunakan dalam interaksi sosial harian, mulai dari kegiatan berkumpul hingga mengunjungi kerabat:
| Fi’il Madhi | Fi’il Mudhari’ | Fi’il Amr | Makna Indonesia |
| ظَنَّ | يَظُنُّ | ظُنَّ | Kira, Mengira, Menyangka |
| اجْتَمَعَ | يَجْتَمِعُ | اجْتَمِعْ | Kumpul, Berkumpul |
| أَجْمَعَ | يُجْمِعُ | أَجْمِعْ | Kumpulkan, Mengumpulkan |
| زَارَ | يَزُورُ | زُرْ | Kunjung, Mengunjungi |
| مَرَّ | يَمُرُّ | مُرَّ | Lalu, Berlalu, Berpapasan |
Penerapan Mufradat dalam Kalimat Sempurna
Agar pemahaman Bapak semakin mendalam, mari kita perhatikan bagaimana kosakata tersebut masuk ke dalam struktur kalimat yang benar. Pasalnya, penggunaan kata dalam konteks kalimat akan memudahkan kita untuk mengingat pola perubahannya secara alami:
-
Mengira: أَظُنُّ أَنَّكَ لَا تَحْضُرُ فِي النَّدْوَةِ (Saya kira kamu tidak hadir dalam seminar itu)
-
Berkumpul: سَنَجْتَمِعُ فِي الْأُسْبُوعِ الْقَادِمِ (Kita akan berkumpul pada minggu yang akan datang)
-
Mengumpulkan: أَجْمِعِ الطَّلَبَةَ! عِنْدَنَا بَرْنَامِجٌ فِي الْيَوْمِ (Kumpulkan para santri! Kita punya acara hari ini)
-
Mengunjungi: تَزُورُ فَاطِمَةُ أَبَوَيْهَا شَهْرِيًّا (Fatimah selalu mengunjungi kedua orang tuanya setiap bulan)
-
Berpapasan: مَرَرْتُ بِأَبِيكَ فِي السُّوقِ (Saya berpapasan dengan ayahmu di pasar)
Adab Berkunjung dan Berprasangka dalam Islam
Islam sangat mengatur setiap aktivitas manusia melalui tuntunan yang indah, termasuk dalam hal berinteraksi sosial dan menjaga hati. Memang benar bahwa mengunjungi saudara atau orang tua merupakan amalan mulia yang dapat mempererat tali silaturahmi. Allah ﷻ memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua sebagaimana firman-Nya:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا
Dan Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya (Al-Ankabut: 8).
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan kita agar senantiasa menjaga prasangka terhadap sesama Muslim. Kita harus menjauhi prasangka buruk karena hal tersebut dapat merusak hubungan persaudaraan. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ
Jauhilah oleh kalian prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan (HR. Bukhari dan Muslim).
Kesimpulan
Ternyata, mempelajari mufradat kata kerja memberikan dampak yang besar bagi kemajuan kemampuan berbahasa Arab kita secara praktis. Dengan memahami nilai-nilai di balik kata-kata tersebut, kita dapat berkomunikasi dengan lebih santun serta penuh makna. Akibatnya, proses belajar ini tidak hanya mengasah intelektual Bapak, tetapi juga memperkuat spiritualitas sebagai seorang Muslim. Maka dari itu, mari kita terus istiqamah dalam menambah hafalan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

