Kosakata

Belajar Kosakata Kata Abstrak Bahasa Arab (Al-Kalimatul Mujmalah) Bagian 11

Mempelajari kosakata abstrak atau al-kalimatul mujmalah sangat membantu kita dalam menyusun kalimat yang lebih variatif dan mendalam. Berbeda dengan benda fisik, kata-kata ini merujuk pada konsep atau ide yang sering muncul dalam interaksi harian maupun literatur Islam. Oleh karena itu, artikel bagian ke-11 ini menyajikan lima mufradat penting beserta contoh penggunaannya agar Anda semakin mahir berbahasa Arab.

Daftar Kosakata Abstrak (Mufradat)

Berikut adalah beberapa kosakata pilihan yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa Arab:

  1. Keuntungan: رِبْحٌ (Ribhun)

  2. Kisah/Cerita: قِصَّةٌ / حِكَايَةٌ (Qishshatun / Hikaayatun)

  3. Komentar: تَعْلِيْقٌ (Ta’liiqun)

  4. Langkah: خُطْوَةٌ (Khuthwatun)

  5. Latar Belakang/Terbelakang: خَلْفِيَّةٌ (Khalfiyyatun)

Penerapan Kosakata dalam Kalimat Aktif

Agar Anda lebih mudah memahami maknanya, perhatikanlah contoh penerapan kosakata tersebut dalam struktur kalimat aktif berikut ini:

  • Keuntungan: يَحْصُلُ التَّاجِرُ عَلَى الرِّبْحِ فِي التِّجَارَةِ Pedagang itu mendapatkan keuntungan dalam jual beli.

  • Cerita: يَقُصُّ الْمُدَرِّسُ الْحِكَايَةَ جَيِّدًا Guru itu menceritakan kisah tersebut dengan baik.

  • Komentar: كَتَبَ الْمُشَاهِدُونَ تَعْلِيقًا حَسَنًا Para penonton telah menuliskan komentar yang baik.

  • Langkah: نَخْطُو خُطْوَةً بِخُطْوَةٍ لِلنَّجَاحِ Kita melangkah selangkah demi selangkah menuju keberhasilan.

  • Terbelakang: تُسَاعِدُ الدُّوَلُ الْغَنِيَّةُ الْبُلْدَانَ الْخَلْفِيَّةَ Negara-negara kaya membantu negara-negara yang terbelakang.

Mengambil Pelajaran dari Kisah dan Ucapan yang Baik

Salah satu mufradat di atas, yaitu qishshah atau kisah, memiliki peran besar dalam pendidikan Islam karena Al-Qur’an banyak berisi sejarah umat terdahulu. Allah ﷻ menyuruh kita mengambil pelajaran dari setiap cerita tersebut agar iman kita semakin kokoh. Selain itu, terkait mufradat ta’liiq atau komentar, Islam sangat menjaga adab lisan agar setiap ucapan mengandung kebaikan.

Rasulullah ﷺ memberikan bimbingan mengenai pentingnya menjaga perkataan melalui lisan sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (HR. Bukhari, no. 6018 dan Muslim, no. 47).

Oleh sebab itu, marilah kita gunakan setiap langkah (khuthwah) dalam hidup untuk melakukan amal shalih yang mendatangkan keuntungan (ribh) di akhirat. Mempelajari bahasa Arab bukan hanya soal komunikasi, melainkan juga bagian dari memahami hikmah yang terkandung dalam setiap teks suci. Akhirnya, semoga penambahan kosakata ini bermanfaat bagi perkembangan kualitas keilmuan Anda.

Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger