Khutbah Jumat

Silaturahmi: Menghapus Dosa Antar Sesama

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Selanjutnya, marilah kita bersyukur karena saat ini kita masih berada dalam suasana bulan Syawal yang penuh dengan keberkahan. Perlu kita sadari bahwa salah satu warisan terbaik dari madrasah Ramadhan adalah semangat untuk saling memaafkan. Oleh karena itu, momen ini sangat tepat bagi kita untuk memperkuat tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang. Silaturahmi bukan sekadar berkunjung secara fisik, melainkan sebuah ibadah agung yang mampu menggugurkan dosa-dosa di antara sesama manusia.

Pentingnya Menggugurkan Dosa Sosial

Di sisi lain, setiap manusia pasti tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan terhadap orang lain. Allah ﷻ mungkin telah mengampuni dosa-dosa kita kepada-Nya melalui puasa Ramadhan yang baru saja lewat. Namun, urusan dosa kepada sesama manusia tidak akan selesai kecuali jika kita saling memaafkan secara langsung. Oleh sebab itu, silaturahmi menjadi jembatan utama untuk membersihkan noda kedzaliman yang pernah kita perbuat. Jika kita berjabat tangan dengan penuh keikhlasan, maka Allah ﷻ akan meruntuhkan tumpukan dosa tersebut dari diri kita.

Rasulullah ﷺ menjelaskan keajaiban dari pertemuan dua orang muslim yang saling memaafkan. Al-Bara bin Azib رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu bersalaman, melainkan Allah akan mengampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah (HR. Abu Dawud, Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Sunan Abi Dawud).

Oleh karena itu, janganlah kita menunda-nunda untuk meminta maaf kepada orang-orang di sekitar kita. Semakin cepat kita menyambung hubungan, maka semakin cepat pula batin kita merasakan ketenangan.

Bahaya Memutuskan Tali Persaudaraan

Selanjutnya, kita harus mewaspadai bahaya besar dari sifat sombong yang menghalangi silaturahmi. Seseorang mungkin merasa berat untuk memulai sapaan hanya karena merasa dirinya lebih benar atau lebih tinggi. Padahal, memutuskan tali persaudaraan merupakan salah satu sebab tertutupnya pintu surga bagi seorang hamba. Oleh sebab itu, kita wajib membuang jauh-jauh ego diri demi meraih ridha Allah ﷻ di bulan Syawal ini.

Allah ﷻ memberikan peringatan yang sangat keras dalam Al-Qur’an mengenai orang yang merusak hubungan kekerabatan:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (QS. Muhammad: 22).

Maka dari itu, marilah kita jadikan diri kita sebagai penyambung silaturahmi, bukan pemutusnya. Kita tentu tidak ingin segala amal ibadah Ramadhan kita menjadi sia-sia hanya karena kita masih menyimpan permusuhan.

Keutamaan Melapangkan Dada

Kemudian, silaturahmi yang paling mulia adalah ketika kita mampu menyambung hubungan dengan orang yang telah menjauhi kita. Pengendalian diri yang telah kita latih selama puasa harus kita buktikan dalam tindakan nyata di masyarakat. Oleh sebab itu, tunjukkanlah kemuliaan akhlak islami dengan cara memberikan maaf meskipun tanpa diminta. Jika setiap hati muslim saling mencintai, maka keberkahan akan turun menaungi kehidupan kita semua.

Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk tetap menyambung hubungan meskipun pihak lain mencoba memutuskannya. Abdullah bin Amr رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Orang yang menyambung silaturahmi bukanlah orang yang membalas kebaikan (setimpal), akan tetapi penyambung silaturahmi yang sebenarnya adalah orang yang apabila hubungan kekerabatannya diputus, ia menyambungnya kembali (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, mari kita jadikan sisa bulan Syawal ini sebagai ajang untuk mempererat persaudaraan. Semoga Allah ﷻ memudahkan langkah kita untuk selalu menebar kedamaian dan kasih sayang kepada sesama makhluk-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.


Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, mari kita manfaatkan waktu yang ada untuk mendatangi orang-orang yang pernah kita sakiti. Silaturahmi merupakan bukti nyata bahwa takwa kita bukan sekadar kata-kata, melainkan perilaku yang menyelamatkan. Selanjutnya, marilah kita perkuat rasa cinta kasih antar sesama agar persatuan umat tetap terjaga dengan kokoh.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk berdoa agar Allah ﷻ menyatukan hati-hati kita semua dalam ketaatan.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger