Keutamaan Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa untuk mempererat kembali tali kekeluargaan yang mungkin sempat merenggang. Selain meningkatkan ibadah vertikal kepada Allah ﷻ, kita juga perlu menjaga hubungan horizontal dengan sesama manusia melalui silaturahmi. Tanpa adanya hubungan yang baik dengan kerabat, keberkahan ibadah puasa kita mungkin tidak akan terasa sempurna di akhirat nanti.
Hadits Tentang Keutamaan Silaturahmi
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه mengenai janji Allah ﷻ bagi orang yang menyambung kekerabatan:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. (HR. Bukhari No. 5986 dan Muslim No. 2557)
Perintah Allah ﷻ untuk Menjaga Hubungan Kerabat
Selanjutnya, Allah ﷻ memberikan peringatan serius bagi siapa saja yang berani memutus ikatan kekeluargaan. Allah ﷻ berfirman di dalam Al-Quran:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (QS. Muhammad: 22)
Oleh karena itu, setiap muslim wajib menjaga komunikasi yang baik dengan sanak saudara, terutama di hari-hari penuh rahmat. Kemudian, ayat ini menegaskan bahwa memutuskan silaturahmi termasuk dalam kategori perbuatan merusak di muka bumi. Jadi, kita harus segera memperbaiki hubungan yang retak sebelum bulan Ramadhan berakhir.
Ancaman Bagi Pemutus Tali Silaturahmi
Lalu, kita perlu mengetahui bahwa amal ibadah seseorang bisa terhambat karena adanya kebencian terhadap kerabat. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras melalui sabda beliau:
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
Dari Jubair bin Mut’im رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi. (HR. Bukhari No. 5984 dan Muslim No. 2556)
Di samping itu, momen buka puasa bersama bisa menjadi sarana efektif untuk mencairkan suasana yang kaku. Padahal, setan akan terus berusaha membisikkan rasa gengsi agar kita tidak mau memulai tegur sapa terlebih dahulu. Dengan demikian, mengalahkan ego demi silaturahmi adalah bentuk jihad nafsu yang sangat mulia.
Meraih Berkah Ramadhan dengan Kasih Sayang
Pada akhirnya, silaturahmi yang tulus akan mendatangkan ketenangan batin dan keharmonisan hidup yang luar biasa. Selain itu, Allah ﷻ akan melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga yang saling menyayangi karena dasar iman. Sebaliknya, sikap menutup diri hanya akan mempersempit jalan rezeki dan menjauhkan kita dari keberkahan sosial. Oleh sebab itu, mari kita manfaatkan sisa waktu Ramadhan ini untuk mengunjungi kerabat dan saling memaafkan segala kesalahan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

