Indahnya Kasih Sayang Antar Sesama Muslim
Persaudaraan dalam Islam memiliki ikatan yang sangat kuat karena berlandaskan iman. Oleh sebab itu, Allah ﷻ memerintahkan setiap muslim untuk saling menyayangi dan peduli satu sama lain. Tanpa rasa kasih sayang, persatuan umat akan melemah dan keberkahan dalam bermasyarakat akan sirna.
Hadits Tentang Persaudaraan Muslim
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Nu’man bin Basyir رضي الله عنهما mengenai perumpamaan kasih sayang antar muslim:
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Dari Nu’man bin Basyir رضي الله عنهما, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merintih kesakitan, maka seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam. (HR. Bukhari No. 6011 dan Muslim No. 2586)
Perintah Allah ﷻ untuk Menjaga Persaudaraan
Kemudian, Allah ﷻ menegaskan status hubungan antar orang beriman di dalam Al-Quran. Allah ﷻ berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat: 10)
Oleh karena itu, setiap muslim harus berusaha menghilangkan rasa benci atau dendam. Jadi, perdamaian merupakan prioritas utama dalam menjalani kehidupan sosial setiap hari.
Menyayangi Orang Lain Seperti Diri Sendiri
Selain itu, kesempurnaan iman seseorang sangat berkaitan dengan kepeduliannya terhadap saudara seiman. Rasulullah ﷺ menekankan prinsip ini dalam sabda beliau:
عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Dari Anas رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri. (HR. Bukhari No. 13 dan Muslim No. 45)
Selanjutnya, prinsip ini menuntut kita agar selalu menginginkan kebaikan bagi orang lain. Jika kita tidak suka disakiti, maka kita juga tidak boleh menyakiti muslim lainnya.
Keutamaan Menjadi Muslim yang Menebar Rahmat
Pada akhirnya, sifat pengasih akan mengundang rahmat dari Allah ﷻ yang Maha Penyayang. Di samping itu, lisan dan perbuatan yang santun akan mempererat tali silaturahmi. Sebaliknya, sikap kasar hanya akan menjauhkan orang-orang dari kebenaran agama. Dengan demikian, mari kita hiasi keseharian dengan sikap saling membantu dan mendoakan sesama mukmin.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

