Diantara Baiknya Keislaman Seseorang
Diantara Baiknya Keislaman Seseorang: Meninggalkan Hal yang Sia-sia
Seorang muslim yang cerdas akan selalu berusaha meningkatkan kualitas agamanya setiap hari. Salah satu tolok ukur utama untuk menilai kualitas iman seseorang adalah kemampuannya dalam mengatur prioritas hidup. Islam mengajarkan umatnya agar fokus pada perkara yang mendatangkan manfaat, baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat. Oleh karena itu, kita perlu menjauhi segala hal yang tidak berfaedah agar waktu kita tidak terbuang secara sia-sia.
Landasan Hadits tentang Kualitas Keislaman
Rasulullah ﷺ telah memberikan bimbingan yang sangat ringkas namun sarat akan makna mengenai cara menyempurnakan keislaman kita. Melalui lisan beliau yang mulia, kita belajar tentang pentingnya menjaga diri dari urusan yang bukan merupakan kepentingan kita. Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Diantara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. (HR. Tirmidzi no. 2317, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi).
Hadits ini merupakan salah satu pilar akhlak dalam Islam yang sangat penting untuk kita amalkan. Maka dari itu, para ulama menyebutkan bahwa hadits ini mengandung separuh dari urusan agama jika seorang mukmin mampu menerapkannya dengan baik.
Manfaat Meninggalkan Perkara yang Sia-sia
Ketika seseorang mampu menjauhi hal yang tidak bermanfaat, maka hatinya akan menjadi lebih tenang dan bersih. Kebiasaan mencampuri urusan orang lain atau melakukan aktivitas tanpa tujuan hanya akan mengotori jiwa kita. Sebaliknya, fokus pada perbaikan diri sendiri akan membuka pintu-pintu keberkahan dari Allah ﷻ. Selanjutnya, waktu yang kita miliki menjadi lebih produktif untuk berzikir, belajar, maupun bekerja mencari nafkah yang halal.
Selain menenangkan hati, sikap ini juga menghindarkan kita dari dosa-dosa lisan seperti ghibah, fitnah, dan perdebatan yang tidak perlu. Allah ﷻ memuji orang-orang beriman yang mampu menjaga diri dari hal-hal yang tidak berguna. Allah ﷻ berfirman:
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (QS. Al-Mu’minun: 3).
Cara Praktis Meningkatkan Kualitas Diri
Kita bisa mulai mempraktikkan hadits ini dengan menyaring setiap informasi yang masuk melalui media sosial maupun obrolan harian. Sebelum bertindak, bertanyalah pada diri sendiri apakah perbuatan ini mendatangkan ridha Allah ﷻ atau justru sebaliknya. Jika kita merasa suatu urusan tidak memberikan manfaat bagi iman maupun kehidupan kita, maka meninggalkannya adalah pilihan terbaik.
Oleh karena itu, mari kita jadikan hari-hari kita penuh dengan aktivitas yang bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ. Semoga Allah ﷻ senantiasa membimbing kita untuk menjadi muslim yang memiliki kualitas iman yang tinggi. Akhirnya, dengan menerapkan prinsip ini, kita berharap dapat meraih kebahagiaan sejati di dunia maupun di akhirat kelak.
Penerjemah: Ustadz Paisal Ahmad Akbar, S.Pd
Sumber:
ص62 – كتاب شرح الأربعين النووية لابن دقيق العيد – ترك ما لا يعني المسلم – المكتبة الشاملة

