Hadits

Bahaya Riba dalam Pandangan Islam

Riba merupakan salah satu dosa besar yang dapat menghancurkan keberkahan harta serta merusak tatanan ekonomi masyarakat. Selain itu, praktik ini mendatangkan kemurkaan Allah ﷻ bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya secara sengaja. Tanpa adanya kesadaran untuk menjauhi riba, seorang muslim akan kesulitan meraih ketenangan dalam mencari rezeki yang halal.


Hadits Tentang Pelaknat Riba

Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Jabir bin Abdillah رضي الله عنه mengenai ketegasan Rasulullah ﷺ terhadap semua pihak yang terlibat dalam riba:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رضي الله عنه قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللهِ ﷺ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ melaknat pemakan riba, orang yang memberikan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda: Mereka semua itu sama. (HR. Muslim No. 1598)


Larangan Riba dalam Al-Quran

Selanjutnya, Allah ﷻ memberikan peringatan yang sangat keras kepada orang-orang yang tetap menjalankan praktik riba setelah datangnya kebenaran. Allah ﷻ berfirman di dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah: 278)

Oleh karena itu, setiap muslim wajib berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan agar tidak terjerumus ke dalam dosa ini. Kemudian, ayat tersebut menegaskan bahwa meninggalkan riba adalah bagian dari pembuktian iman seseorang. Jadi, ketakwaan harus menjadi landasan utama bagi kita dalam menjalankan aktivitas perdagangan setiap hari.

Riba Termasuk Tujuh Dosa yang Menghancurkan

Lalu, kita perlu memahami bahwa riba menduduki posisi sebagai salah satu dari tujuh perkara yang dapat membinasakan pelakunya. Rasulullah ﷺ mengelompokkan riba bersama dengan perbuatan syirik dan sihir karena dampak buruknya yang sangat luas. Beliau bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّرْحُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apa saja itu? Beliau menjawab: Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar, dan memakan riba. (HR. Bukhari No. 2766 dan Muslim No. 89)

Upaya Menghindari Harta yang Haram

Pada akhirnya, kejujuran dalam berbisnis merupakan jalan terbaik untuk mendapatkan rida Allah ﷻ serta keberkahan harta. Di samping itu, kita harus senantiasa belajar mengenai fiqih muamalah agar bisa membedakan antara jual beli yang sah dengan praktik riba. Sebaliknya, nafsu untuk mendapatkan keuntungan cepat secara tidak halal hanya akan menyengsarakan kita di akhirat kelak. Dengan demikian, mari kita bersihkan harta kita dari segala bentuk riba agar doa-doa kita lebih mudah terkabul oleh Allah ﷻ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger